Sabtu, 22 Oktober 2011 - 07:48:16 WITDPR Wacanakan Lepaskan Dikti Dari Kemdikbud
Diposting oleh : Marinyo Unpatti
Kategori: Dikti - Dibaca: 344 kali
DPR Wacanakan Lepaskan Dikti Dari Kemdikbud
Jakarta, 22 Oktober 2011 (ANTARA) - DPR RI menyampaikan wacana untuk memisahkan
pendidikan tinggi dari kementerian pendidikan dan kebudayaan dan
menggabungkan jenjang pendidikan itu pada kementerian riset dan
teknologi.Usulan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Rully
Chairul Azwar usai puncak peringatan Hari Aksara Internasional di
Jakarta, Jumat.
“Kami punya pemikiran lain, pendidikan tinggi harus dilepas dari kemendikbud, biar digabung dengan kementerian riset. Penggabungan kembali kebudayaan ke kementerian pendidikan membuat lembaga itu menjadi terlalu gemuk dan tugas yang ditanggung semakin berat,” kata Rully.
Urusan pendidikan tinggi sudah terkait dengan inovasi, motivasi, urusan teknologi sehingga layak bila dimasukkan pada Kemristek, sementara Kemdikbud cukup mengurusi hingga jenjang pendidikan menengah saja. “Sekarang ini bebannya bertambah sehingga tugas Kemdikbud bisa fokus pada memberikan ilmu dan karakter,” katanya.
DPR pernah mewacanakan ini dan masih akan dibicarakan dulu di era
Kabinet Indonesia Bersatu II, kata politisi Fraksi Partai Golkar itu.
Ia menambahkan, pendidikan karakter paling efektif diberikan pada
generasi muda mulai SD, SMP hingga SMA. “Kalau sudah di mahasiswa itu
sudah susah membentuk karakter, masa menjadi mahasiswa itu diisi dengan
teknologi dan inovasi,” katanya.Menurut dia, jika ingin maju, maka
pendidikan tinggi harus ditempatkan di Kemenristek, bukan Kemendiknas.
Menanggapi wacana DPR, Mendikbud Mohammad Nuh mengatakan pihaknya menghargai masukan yang disampaikan DPR terkait pelepasan Dikti dari kemendikbud.”Kami paham maksud kawan-kawan di DPR agar dikti lebih konsen ke riset dan penelitian dan bisa dimanfaatkan sebagai terapan,” ujar Mantan Rektor ITS Surabaya ini.Namun Nuh menegaskan, bahwa Dikti paling tepat berada di bawah kemendikbud. Agar segala urusan pendidikan dari bawah sampai atas tetap bisa terintegrasi menjadi satu.
Menurut Nuh, saat ini yang harus dilakukan justru memperkuat SDM, dan meningkatkan koordinasi yang lebih baik lagi dengan kementerian lain, terutama kemenristek. “Karena koordinasi antarkementerian juga tidak mudah,” tambahnya.
>>>
DPR Usulkan Dikti Gabung di Kemenristek
http://www.jpnn.com/read/2011/10/21/106256/DPR-Usulkan-Dikti-Gabung-di-Kemenristek-
Jum’at, 21 Oktober 2011 , 22:38:00
JAKARTA — Komisi X DPR yang membidangi pendidikan mengusulkan agar
Pendidikan Tinggi digabung dengan Kementerian Negara Riset dan Teknologi
(Kemenristek). Sebab, urusan pendidikan tinggi sudah terkait dengan
inovasi, motivasi, urusan teknologi.”DPR memang sudah pernah mewacanakan
ini. Jika negara ingin maju, maka pendidikan tinggi harus ditempatkan
di Kemenristek, bukan Kemendiknas ” tegas Wakil Ketua Komisi X, Rully
Chairul Azwar usai membuka Puncak Peringatan Hari Aksara Internasional
(HAI) Ke-46 di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud),
Jakarta, Jumat (21/10).
…dst
DPR: Pendidikan Tinggi Seharusnya Diurus Kemristek
http://edukasi.kompas.com/read/2011/10/21/17193388/DPR.Pendidikan.Tinggi.Seharusnya.Diurus.Kemristek
Jumat, 21 Oktober 2011 | 17:19 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Rully Chairul Azwar
mengatakan, urusan pendidikan tinggi seharusnya dilepas dari Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan. Menurutnya, pendidikan tinggi sebaiknya
dibentuk kementerian sendiri atau digabung dengan Kementerian Riset dan
Teknologi. Rully mengungkapkan, hal itu dilontarkannya karena pendidikan
tinggi sangat terkait dengan inovasi, motivasi, dan urusan teknologi.
Baginya, kemajuan negara bisa dipercepat dengan mendorong pendidikan
tinggi masuk ke dalam Kemristek.”Saya pernah mewacanakan ini kepada
anggota DPR. Tapi saya rasa tidak bisa direalisasikan di pemerintahan
sekarang,” katanya, Jumat (21/10/2011), di Jakarta. Rully berpendapat,
Kemdikbud seyogianya hanya mengurus persoalan pendidikan hingga jenjang
pendidikan menengah. Sebab, menurutnya, pada jenjang pendidikan itulah
efektifitas pembentukan karakter bisa dilakukan.
…dst








Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online