OPINI

PERANAN BATU PAMALI DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT ADAT DI MALUKU

PDF Print E-mail
ADMIN    Saturday, 30 March 2013 17:14  Read: 5872 times
Share

PERANAN  BATU  PAMALI

Judul : PERANAN BATU PAMALI DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT ADAT DI MALUKU
Penulis : Bety D.S. Hetharion, Elifas T. Maspaitella, Hendrik H. Herwawan, Effilina Kissiya, Jenny K. Matitaputty, Jaconias Nanlohy.
Penerbit : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Balai Pelestarian Budaya Ambon
Tahun : 2012

Batu Pamali (the sacred stone, taboostone) merupakan salah satu simbol material adat masyarakat Maluku. Sebagai simbol adat, batu pamali adalah juga sebuah mikrokosmos negeri adat, selain baileu, rumah tua, teung soa, yang terbentuk dalam negeri-negeri yang kini ditempati oleh masyarakat adat. Artinya, simbol ini dibawa turun dari negeri lama, ketika masyarakat adat mulai menetapkan teritori permanen bagi mereka. Dalam arti itu, batu pamali dipahami sebagai batu alas atau batu dasar berdirinya sebuah negeri adat, dan selalu diletakkan di samping baileu, sekaligus sebagai representasi kehadiran Tete Nene moyang di dalam hidup masyarakat.

Batu pamali juga merepresentasi kesatuan (uniti) soa-soa yang ada di dalam sebuah negeri adat, karena itu batu pamali dimiliki secara bersama oleh setiap soa, selain rumah tua dan soa, sebagai kepemilikan eksklusif soa atau satu mata-rumah. Ditemukan pula bahwa pada negeri-negeri lainnya. Batu pamali dimiliki secara kolektif oleh dua bahkan lebih negeri adat termasuk negeri-negeri yang masyarakatnya telah memeluk agama yang berbeda-beda Salam, Sarane/Islam, Kristen.

Seiring dengan perkembangan masyarakat, telah terjadi beberapa pergeseran dalam praktek ritus dan keberadaan batu pamali. Gelombang perubahan pertama adalah masuknya agama dalam hal ini Islam dan Kristen, dimana pada beberapa negeri adat, batu pamali sudah tidak ada lagi. Simbol utama yang masih dipertahankan ialah baileu. Di negeri lainnya terjadi adaptasi agama dengan adat yang menghasilkan suatu struktur kepercayaan lokal yang unik. Gelombang perubahan kedua yang menggeserkan posisi dan peran batu pamali adalah penerapan UU No. 5 tahun 1979, dimana pranata adat asli negeri-negeri adat terombak dan diganti dengan penyeragaman sistem pemerintahan desa.

Upaya revitalisasi adat, termasuk terhadap eksistensi batu pamali kini di tempuh oleh beberapa negeri, dan diharapkan dapat memulihkan kembali pranata-pranata adat masyarakat yang sesungguhnya mengandung kebaikan dan kebajikan umum (common good and virtue).


scroll back to top
 

Add comment


Security code
Refresh

Kepala Sekolah

S ECARA struktural, kemajuan pendidikan suatu daerah ditentukan oleh ”three musketeers”, yaitu kepala daerah, kepala dinas, dan kepala sekolah. Kepala daerah yang memiliki visi pendidikan sebagai episentrum kemajuan akan menunjuk kepala dinas yang tak...

Memikir Ulang Pendidikan

P ENDIDIKAN merupakan masalah setiap orang. Namun, tidak setiap orang merasa terpanggil membenahi sistem pendidikan secara konseptual- komprehensif, termasuk mereka yang sedang berkarya di jajaran pendidikan.Melegakan bahwa kini kian banyak guru profesional...

Dosen Tak (Boleh) Hanya Mengajar

T ERTIDUR di ruang kuliah bagi mahasiswa sudah hal lumrah. Dua hari yang lalu saya melihat mahasiswa saya tertidur nyenyak telentang di lantai seperti sangat kelelahan dan tak menyadari bahwa kuliah sudah dimulai.Saya terus saja kuliah dengan prinsip...

Dalam Cengkeraman Ilmu Dasar

S ETIAP bangsa punya pilihan: melahirkan atlet bermedali emas atau perenang yang tak pernah menyentuh air; melahirkan sarjana yang tahu ke mana langkah dibawa atau sekadar membawa ijazah.Tak termungkiri, negeri ini bu- tuh lebih banyak orang yang bisa...

Diskriminasi Masuk Perguruan Tinggi Negeri

I RONIS! Mungkin kata ini yang paling tepat untuk menggambarkan apa yang terjadi dalam penerimaan mahasiswa baru di seluruh perguruan tinggi negeri di Indonesia. Cukup mengakses website https://web.snmptn.ac.id/ptn/11, pembaca dapat melihat daftar perguruan...

Mengadili Kebijakan

K ASUS Bank Century dalam konteks hukum administrasi negara menimbulkan pertanyaan hukum, dapatkah kebijakan dalam nuansa kewenangan diskresi diadili atau dikriminalisasi?Untuk menjawab itu perlu ditelusuri mekanisme pemberian talangan. Kasus bermula...

Kinerja Riset Perguruan Tinggi Kita

S EORANG teman menulis pepatah: jika ingin membangun kota, dirikanlah sekolah; jika ingin membangun negeri, dirikanlah universitas. Saya menambahkan: jika ingin membangun negeri yang maju, dirikanlah universitas yang bermutu. Saat ini, terdapat sekitar...

Kementerian Pendidikan Tinggi dan Ristek

P ADA Konvensi Kampus X dan Temu Tahunan XVI Forum Rektor Indonesia di Universitas Sebelas Maret, Surakarta, 30 Januari 2014, saya selaku pembicara kunci melontarkan gagasan penggabungan Ditjen Pendidikan Tinggi (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)...

Fokus Tri Dharma Perguruan Tinggi

M ENANGGAPI artikel Prof Hendra Gunawan dari ITB (Kompas, Sabtu, 25/1/14) mengenai layaknya meninjau ulang Tri Dharma Perguruan Tinggi yang seharusnya memberikan penekanan pada penelitian terlebih dahulu baru pendidikan, saya mempunyai beberapa pertimbangan...

Tri Dharma PT dan Karier Dosen

U SUL Hendra Gunawan dari ITB (Kompas, 25/1) agar urutan Tri Dharma Perguruan Tinggi ditinjau ulang sungguh menarik. Hendra menguraikan bahwa tugas utama perguruan tinggi (PT) adalah mengembangkan ilmu pengetahuan. Jadi, pelaksanaan pendidikan dan pengabdian...

Wisuda April 2014

KAMPUS POKA — Rektor Universitas Pattimura sebagai Ketua Senat membuka rapat senat terbuka luar biasa pada acara Wisuda periode April 2014, Rabu (2/4) di Gedung Auditorium Kampus Poka. Acara yang dihadiri...

2.914 Pendaftar SNMPTN di UNPATTI

KAMPUS POKA — Pendaftaran SNMPTN telah ditutup sejak 31 Maret 2014 pada pukul 18.00 WIB, begitu juga pendaftaran Bidikmisi yang telah ditutup lebih awal. Siswa yang mendaftar di UNPATTI sebanyak 2.914...

Baru 46 Sekolah di Maluku yang Mendaftar SNMPTN

KAMPUS POKA — Sesuai data yang diperoleh melalui situs Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), baru didapati hanya 46 Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat di Provinsi Maluku yang...

Anies Baswedan: "Di Lagu-Lagu Kita Puji Guru, Tapi Nasibnya Tidak Dipikirkan"

KAMPUS POKA —  "Mari kita istimewakan guru-guru kita, istilahnya kita VIP-kan guru kita," ujar Anies Baswedan saat mengunjungi kampus UNPATTI saat memberikan ceramah ilmiah dengan tema: "Peran Perguruan...

Akses Perhubungan di Maluku Jadi Perhatian Pempus

KAMPUS POKA — Secara geografis, Maluku memiliki kondisi kepulauan yang berbeda dengan provinsi lainnya di Indonesia. Provinsi seribu pulau ini memiliki 97,5 persen laut dan 2,5 wilayah daratan. Karena...

Rapat Kerja Pimpinan 2014

KAMPUS POKA — Universitas Pattimura kembali menjadwalkan Rapat Kerja Pimpinannya pada Selasa-Sabtu (18-25) kemarin. Kegiatan Bimbingan Teknis Perencanaan dan Penyusunan Program, Kegiatan dan Anggaran 2015...

Fakultas MIPA Unpatti Dituntut Berkontribusi Bangun Maluku

KAMPUS POKA — Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Unpatti dituntut memberikan kontribusi dengan menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang berkompetensi, profesional dan mempunyai kapasitas...

Pra Kongres Pancasila VI

KAMPUS POKA — Seminar Forum Group Discussion (FGD) Pakar III yang mengambil tema "Pancasila Sebagai Ideologi Pemersatu Bangsa", yang dilakukan Rabu (22/01) berlangsung di Aula UNPATTI Ambon sebagai langkah...

Gita Wirjawan Beri Kuliah Umum di UNPATTI

KAMPUS POKA — Mengawali Tahun 2014 ini, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan adalah tamu pertama yang memberikan kuliah umum di Universitas Pattimura, Ambon, Kamis, 16 Januari 2014. Gita diberi kehormatan...

UNPATTI Menandatangani MOU dengan Bank Negara Indonesia

KAMPUS POKA — Dalam rangka penyediaan dan penggunaan layanan jasa perbankan, UNPATTI menandatangani MOU dengan Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dengan mengambil tempat di ruang kerja Rektor Universitas...

KOLOM MAHA-PATTI

Kolom MAHA-PATTI disediakan untuk mahasiswa berkreasi melalui tulisan, fotografi bahkan karya komik. Lewat kolom ini, mahasiswa dapat mengirimkan berbagai liputan kegiatan tentang dunia mahasiswa, mulai dari dalam kampus sampai pada kegiatan di luar kampus. Kirimkan kreativitasmu ke alamat email: maha-patti@unpatti.ac.id. Selamat bergabung dan menjadi bagian dari komunitas muda kampus yang kreatif.

Bagabung jua !

PENGUNJUNG

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday3611
mod_vvisit_counterYesterday3864
mod_vvisit_counterThis Week7475
mod_vvisit_counterLast Week35168
mod_vvisit_counterThis Month97616
mod_vvisit_counterLast Month122907
mod_vvisit_counterAll days1545904

We have: 17 guests online
since March 03, 2013

KONTAK

Jl. Ir. M. Putuhena Kampus-Poka
Ambon-Indonesia  97116

BUKU

Salah satu isu penting pendidikan tinggi adalah persoalan tata kelola perguruan tinggi yang kerap dikaitkan dengan isu komersialisasi, privatisasi, dan sebagainya. Diperlukan payung hukum setingkat undang-undang yang secara khusus mengatur pendidikan tinggi terutama terkait tata kelola perguruan tinggi.

Joomla template by ByJoomla.com