OPINI

PROF.DR.IR. ALEX S.W. RETRAUBUN, MSC

PDF Print E-mail
ENSIKONESIA    Monday, 21 March 2011 09:00  Read: 4394 times
Share

Nama doktor bidang ilmu marine ecology dari University of Newcastle Inggris ini mulai berkibar di tingkat nasional setelah berkecimpung dalam birokrasi pemerintahan pada masa reformasi. Setelah menjabat sebagai Dirjen Kelautan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil, Kementerian Kelautan dan Perikanan (2005-2009), ia kemudian diangkat menjadi Wakil Menteri Perindustrian mendampingi MS Hidayat pada 20 Mei 2010.

Alex SW Retraubun lahir di Desa Elat, Maluku Tenggara, 31 Mei 1960. Ia dibesarkan dalam keluarga guru dan menghabiskan masa kecilnya di sebuah pulau terpencil, Pulau Tayando, Maluku Tenggara. Setelah tamat dari sekolah dasar pada tahun 1973, Alex pindah ke Tual pada 1976. Di sana dia tinggal bersama orangtua asuh hingga ia duduk di bangku SMA.

Sambil bersekolah, ia bekerja menjual kue dan ikan untuk meringankan beban orangtuanya membayar biaya sekolah. Kadang Alex harus mendapat hukuman karena sering terlambat membayar SPP. Meski demikian, Alex tetap tekun belajar dan berprestasi di sekolah.

Setamat SMA tahun 1979, Alex kuliah di Universitas Pattimura Ambon. Sebelum menyelesaikan kuliahnya, Alex mendapatkan tawaran dari pihak rektorat Universitas Pattimura untuk ikut seleksi menjadi dosen dan resmi dikukuhkan menjadi dosen tetap setelah berhasil menjadi sarjana.

Setelah melalui proses yang ketat, Alex kemudian mengambil program S-2 di University of Newcastle, London, bidang kelautan yang dibiayai pemerintah. Setelah meraih gelar master, ia langsung mengambil program doktoral di universitas yang sama setelah proposal beasiswa yang diusulkannya disetujui pemerintah. Gelar doktor resmi disandangnya pada tahun 1995. Ia kemudian kembali ke Tanah Air dan mengajar di Universitas Pattimura.

Pertemuannya dengan Menteri Lingkungan Hidup Sarwono Kusumaatmadja di Inggris saat ia kuliah S-3 menjadi pembuka jalan bagi Alex untuk berkarir di pemerintahan. Ia diajak oleh Sarwono Kusumaatmadja bergabung dengan Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) yang kemudian berganti nama menjadi KeMenterian Kelautan dan Perikanan (KKP) di era pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid. Akhirnya pada tahun 1999, Alex hijrah ke Jakarta meninggalkan Universitas Pattimura.

Sebagai pakar di bidang kelautan dan perikanan di KeMenterian Kelautan dan Perikanan, Alex banyak mengangkat isu-isu seputar kelautan (maritim) yang kemudian menjadi isu nasional. Seperti perlunya membangun pulau-pulau terluar yang masih terabaikan. Gagasan ini langsung disampaikannya kepada Menteri Sarwono Kusumaatmadja dan mendapatkan tanggapan. Hingga dibentuklah direktorat khusus mengurusi pulau-pulau kecil. Untuk pertama kalinya, Alex duduk sebagai Direktur Pemberdayaan Pulau-Pulau Kecil, Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2001.

Sejalan dengan itu, Peraturan Presiden RI Nomor 78 Tahun 2005 dikeluarkan untuk mendukung pengelolaan pulau-pulau kecil terluar. Saat peraturan tersebut dirumuskan, Alex duduk sebagai Ketua Sekretariat Perpres dimana ide untuk memberikan nama pulau-pulau kecil terluar di Indonesia, muncul. Sebanyak 92 pulau telah diberi tanda kedaulatan berupa Patung Soekarno-Hatta di pulau-pulau tersebut.

Di puncak karirnya, Alex yang sempat diusulkan oleh DPD Provinsi Maluku untuk menjadi menteri kelautan pada Presiden RI Keenam (2004-2014) Kabinet Indonesia Bersatu II, duduk sebagai Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil (2005-2009). Hingga akhirnya, Alex diangkat oleh Presiden Susilo Bambang Yudhyono menjadi Wakil Menteri Perindustrian mendampingi MS Hidayat pada 20 Mei 2010.

Selama berkarir di Kementerian Kelautan dan Perikanan, sebagai anak pulau, peraih gelar doktor bidang ilmu marine ecology dari University of Newcastle Inggris, ini aktif memberikan perhatian terhadap kemajuan daerah pesisir dengan mengampanyekan provinsi kepulauan di level nasional yang juga turut digagas sejumlah daerah. Khusus untuk pengembangan kesejahteraan daerah-daerah pesisir yang masih tertinggal dan miskin, menurut Alex, dapat dilakukan dengan mengembangkan rumput laut.

Selain modalnya relatif kecil, cara membudidayakannya juga mudah, areal yang dibutuhkan luas, dan pasar yang menjanjikan.Ia juga prihatin, Indonesia sebagai negara kepulauan yang menyimpan beragam potensi, semestinya dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. Di sisi lain, Alex juga memahami bahwa diperlukan semangat, pantang menyerah, ketulusan dan pengabdian yang tinggi kepada masyarakat untuk dapat mewujudkannya.

Sebagai putra kebanggaan Maluku, selama bekerja di KKP, Alex juga memberikan perhatiannya terhadap kemajuan daerahnya, khususnya bagi dinas kelautan dan perikanan provinsi Maluku. Mulai dari meningkatkan anggaran yang digelontorkan pemerintah pusat, mendukung pemekaran Maluku Tenggara Barat sebagai kabupaten perbatasan, pembangunan pulau Wetar, dan pengembangan listrik tenaga surya di beberapa pulau di Maluku.

Berbekal pengalaman dalam birokrasi pemerintahan, Alex ingin berbuat lebih banyak untuk kota kelahirannya di Provinsi Maluku. Suami dari Efrosina Retraubun ini sempat ikut mencalonkan diri pada Pilkada Gubernur periode 2013-2018 dan berharap mendapatkan dukungan dari masyarakat Maluku, tetapi sangat disayangkan tidak mendapatkan rekomendasi dari parpol sebagai prasyaratnya.

 


PENDIDIKAN

  • S-1 Fakultas Perikanan, Universitas Pattimura (1985)
  • S-2 Manajemen Kelautan, University of Newcastle, Inggris (1991)
  • S-3 Ilmu Marine Ecology, University of Newcastle, Inggris

 


KARIER

  • Wakil Menteri Perindustrian
  • Dirjen Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (Kp3K) Departemen Kelautan dan Perikanan
  • Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura Ambon

scroll back to top
 

Add comment


Security code
Refresh

SELEKSI MASUK

Menemukan Api Semangat Pendidikan

P ERINGATAN Hari Pendidikan Nasional dan kunjungan calon presiden Joko Widodo ke Museum Ki Hadjar Dewantara seperti napak tilas untuk menemu- kan kembali api semangat pendidikan yang hilang. Api semangat yang oleh konsensus nasional dipersonifikasikan...

Reformasi Pendidikan Tinggi dan Universitas Kreatif

U NIVERSITAS selayaknya menjadi pemain kunci dalam menciptakan generasi wirausaha yang mampu memulai dan mengembangkan usaha, menciptakan lapangan kerja, dan turut mendorong ekonomi.Staf perguruan tinggi harus memiliki komitmen bersama dengan pemangku...

Dari ”Brain Drain” ke ”Brain Gain”

I SU brain drain kembali mencuat mengiringi pengiriman secara besar-besaran sejumlah mahasiswa Indonesia ke luar negeri.Mereka dikirim untuk studi master atau doktor dengan dibiayai pemerintah lewat dana abadi yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan...

JIS dan Anak-anak Kita

M AMA, terima kasih telah mengantarkan Kayla. Aku mau sekolah dulu ya, Mama pulang aja. Kayla gak takut kok.”Kalimat itu saya petik dari novel Bunda Lisa (Jombang Santani Khairen, 2014) yang menurunkan kisah bunda PAUD yang mendedikasikan hidupnya...

Hari Bumi dan Dampak Perubahan Iklim

P ERNAHKAH kita mendengar dan memperingati Hari Bumi dan kapankah waktu lahirnya ? Mungkin bagi sebagian diantara masyarakat sudah mengetahui bahwa tanggal 22 April adalah Hari Bumi (Earth Day), hari yang sangat penting bagi keberlanjutan kehidupan kita...

Memikir Ulang Pendidikan

P ENDIDIKAN merupakan masalah setiap orang. Namun, tidak setiap orang merasa terpanggil membenahi sistem pendidikan secara konseptual- komprehensif, termasuk mereka yang sedang berkarya di jajaran pendidikan.Melegakan bahwa kini kian banyak guru profesional...

Kepala Sekolah

S ECARA struktural, kemajuan pendidikan suatu daerah ditentukan oleh ”three musketeers”, yaitu kepala daerah, kepala dinas, dan kepala sekolah. Kepala daerah yang memiliki visi pendidikan sebagai episentrum kemajuan akan menunjuk kepala dinas yang tak...

Dosen Tak (Boleh) Hanya Mengajar

T ERTIDUR di ruang kuliah bagi mahasiswa sudah hal lumrah. Dua hari yang lalu saya melihat mahasiswa saya tertidur nyenyak telentang di lantai seperti sangat kelelahan dan tak menyadari bahwa kuliah sudah dimulai.Saya terus saja kuliah dengan prinsip...

Dalam Cengkeraman Ilmu Dasar

S ETIAP bangsa punya pilihan: melahirkan atlet bermedali emas atau perenang yang tak pernah menyentuh air; melahirkan sarjana yang tahu ke mana langkah dibawa atau sekadar membawa ijazah.Tak termungkiri, negeri ini bu- tuh lebih banyak orang yang bisa...

Diskriminasi Masuk Perguruan Tinggi Negeri

I RONIS! Mungkin kata ini yang paling tepat untuk menggambarkan apa yang terjadi dalam penerimaan mahasiswa baru di seluruh perguruan tinggi negeri di Indonesia. Cukup mengakses website https://web.snmptn.ac.id/ptn/11, pembaca dapat melihat daftar perguruan...

UNPATTI - Komite I DPD-RI: Uji Sahih RUU Pengadilan Agraria

KAMPUS POKA — Masalah agraria merupakan salah satu persoalan mendasar agraria saat ini dengan maraknya konflik atas pemilikan, penguasaan, penggunaan dan pemanfaatan sumber-sumber agraria yang meliputi...

Kerjasama UNPATTI — LIPI

KAMPUS POKA — Universitas Pattimura Ambon dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPl) pusat, melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), di Kampus Poka, Rabu (14/5). Memorandum of Understanding...

Wagub: Kualitas Pendidikan di Maluku Terus Ditingkatkan

KAMPUS POKA — Kualitas pendidikan di Maluku dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Hal itu disebabkan adanya peran serta dan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan termasuk yayasan-yayasan...

JK: Sistem Politik Indonesia tak Beradab

KAMPUS POKA — Mantan Wapres Jusuf Kalla menilai sistem perpolitikan dan demokrasi yang diusung saat ini di Indonesia masih diwarnai dengan hal-hal yang tidak beradab. Buktinya, awal orde reformasi justru...

Peran UNPATTI dalam Memajukan Kehidupan Politik Kebangsaan yang Beradab

KAMPUS POKA — Seminar nasional yang digelar Universitas Pattimura (UNPATTI) Ambon dalam rangka dies natalis ke-51 dihadiri sekitar ratusan mahasiswa dan dosen dari sejumlah perguruan tinggi, Selasa (22/4)....

Wisuda April 2014

KAMPUS POKA — Rektor Universitas Pattimura sebagai Ketua Senat membuka rapat senat terbuka luar biasa pada acara Wisuda periode April 2014, Rabu (2/4) di Gedung Auditorium Kampus Poka. Acara yang dihadiri...

2.914 Pendaftar SNMPTN di UNPATTI

KAMPUS POKA — Pendaftaran SNMPTN telah ditutup sejak 31 Maret 2014 pada pukul 18.00 WIB, begitu juga pendaftaran Bidikmisi yang telah ditutup lebih awal. Siswa yang mendaftar di UNPATTI sebanyak 2.914...

Akses Perhubungan di Maluku Jadi Perhatian Pempus

KAMPUS POKA — Secara geografis, Maluku memiliki kondisi kepulauan yang berbeda dengan provinsi lainnya di Indonesia. Provinsi seribu pulau ini memiliki 97,5 persen laut dan 2,5 wilayah daratan. Karena...

Fakultas MIPA Unpatti Dituntut Berkontribusi Bangun Maluku

KAMPUS POKA — Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Unpatti dituntut memberikan kontribusi dengan menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang berkompetensi, profesional dan mempunyai kapasitas...

Rapat Kerja Pimpinan 2014

KAMPUS POKA — Universitas Pattimura kembali menjadwalkan Rapat Kerja Pimpinannya pada Selasa-Sabtu (18-25) kemarin. Kegiatan Bimbingan Teknis Perencanaan dan Penyusunan Program, Kegiatan dan Anggaran 2015...

KOLOM MAHA-PATTI

Kolom MAHA-PATTI disediakan untuk mahasiswa berkreasi melalui tulisan, fotografi bahkan karya komik. Lewat kolom ini, mahasiswa dapat mengirimkan berbagai liputan kegiatan tentang dunia mahasiswa, mulai dari dalam kampus sampai pada kegiatan di luar kampus. Kirimkan kreativitasmu ke alamat email: maha-patti@unpatti.ac.id. Selamat bergabung dan menjadi bagian dari komunitas muda kampus yang kreatif.

Bagabung jua !

PENGUNJUNG

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1943
mod_vvisit_counterYesterday2417
mod_vvisit_counterThis Week18947
mod_vvisit_counterLast Week21221
mod_vvisit_counterThis Month34221
mod_vvisit_counterLast Month76098
mod_vvisit_counterAll days1821174

We have: 20 guests online
since March 03, 2013

KONTAK

Jl. Ir. M. Putuhena Kampus-Poka
Ambon-Indonesia  97116

BUKU

Salah satu isu penting pendidikan tinggi adalah persoalan tata kelola perguruan tinggi yang kerap dikaitkan dengan isu komersialisasi, privatisasi, dan sebagainya. Diperlukan payung hukum setingkat undang-undang yang secara khusus mengatur pendidikan tinggi terutama terkait tata kelola perguruan tinggi.

Joomla template by ByJoomla.com