OPINI

KAPITAN PATTIMURA - 2.5. Inggris Kekuasaan Baru

PDF Print E-mail
I.O. NANULAITA    Tuesday, 09 April 2013 19:22  Read: 7995 times
Share

2.5. Inggris Kekuasaan Baru

Pada waktu Thomas berumur tiga belas tahun terjadi pergantian pemerintahan. Pada suatu hari pada akhir bulan Pebruari tahun 1976, residen memerintahkan kepada raja Saparua supaya satu arombai disiapkan untuk mengangkutnya ke Ambon, karena dipanggil oleh gubemur Cornabe. Berangkatlah ia dengan komandan militer dan pengawalnya ke ibu kota. Sekembalinya, para masnait menyiarkan kabar bahwa ada kesibukan yang luar biasa di Ambon. Kapal-kapal perang Inggris berlabuh di pelabuhan. Mereka melihat bendera Inggris berkibar di Benteng Victoria, sedangkan tentara Inggris berbaris dan berpatroli di jalan-jalan.

Beberapa hari kemudian nelayan-nelayan dari Haria dan Porto melihat kapal-kapal berbendera Inggris menuju ke Saparua. Juga rakyat Booi, yang negerinya terletak di lereng gunung melihat kapal-kapal itu. Apa gerangan yang terjadi........?

Permulaan bulan Maret, raja-raja, patih dan orang kaya dari Pulau Haruku diundang oleh residen ke Benteng Zeelandia di Negeri Haruku dan dari Pulau Saparua dan Nusalaut diundang oleh residen Saparua ke Benteng Duurstede. Tentu ada sesuatu yang penting yang terjadi. Raja-raja, patih dan orangkaya dari Pulau Saparua dan Nusalaut, disertai saniri masing-masing, pada hari yang ditentukan, berdatangan ke ibu kota karesidenan Saparua. Ada pula rakyat dari berbagai negeri yang datang ke Saparua. Mereka ingin sekali mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Dari jauh telah kelihatan bendera Inggris berkibar di Duurstede. Beberapa kapal berbendera Inggris berlabuh di dekat benteng itu.

Tuan-tuan raja, patih, orang kaya dan saniri negeri dari Pulau Saparua dan Nusalaut, begitulah ujar tuan residen membuka pertemuan. Sejak tanggal 17 Pebruari terjadi pergantian pemerintahan. Pemerintahan Inggris telah mengambil alih pemerintahan atas gubernemen Ambon dan Banda. Dan pada hari ini saya akan menyerahkan kekuasaan atas Pulau Saparua dan Nusalaut kepada utusan Kompeni Inggris. Demikianlah melalui juru bahasa seorang Belanda, hadirin mendengar penjelasan dari residen dalam bahasa Melayu.

Komandan Inggris sebagai utusan dari Laksamana Pieter Tarnier gubernur Inggris di Ambon, melalui juru bahasanya, menerangkan bahwa di Eropa, jauh dari sini sedang mengamuk peperangan antara Inggris dan Perancis. Negeri Belanda diduduki oleh Perancis, sedangkan raja Willem V melarikan diri ke Inggris, dan berdiam di kota kecil Kew dekat London. Raja itu telah mengeluarkan instruksi dalam "warkat Kew" supaya semua jajahan Kompeni Belanda di Afrika dan Asia diserahkan kepada Inggris. Jadi hari ini dia akan mengambil alih kekuasaan dari residen Belanda." Selanjutnya ia katakan bahwa dalam waktu yang tidak begitu lama lagi akan dikeluarkan peraturan-peraturan berhubung dengan penggantian pemerintahan itu. Ulu berakhirlah pertemuan itu.

Hadirin bangkit berdiri bersalaman dengan kedua penguasa itu lalu keluar turun dari Benteng Duurstede. Banyak di antara mereka yang tidak dapat mengerti keterangan itu. Pengetahuan mereka tentang Eropa yang begitu jauh letaknya tidak seberapa. Apalagi mengerti pergolakan yang sedang terjadi di sana. Sedangkan residen dan para pegawai Kompeni sendiri tidak bisa mengerti situasi yang timbul. Komunikasi begitu sulit, perjalanan dari Eropa ke Maluku memakan waktu kurang lebih satu tahun, tidak memungkinkan mereka mengetahui apa yang terjadi. Bagaimana dengan Batavia..? Apakah Inggris juga menguasai Jawa..?

Gegerlah rakyat di negeri-negeri Lease mendengar penjelasan dari kepala-kepala mereka. Rakyat bertanya-tanya apa yang akan dibawa oleh pemerintah yang baru itu. Apakah mereka akan lebih baik dari Kompeni Belanda? Ataukah akan lebih buruk lagi? Suatu hal yang mereka sadar benar adalah bahwa kekuasaan Belanda di Ambon dapat juga dipatahkan oleh suatu kesatuan kecil. Kiranya ini suatu kesempatan baik bagi rakyat untuk mengangkat senjata menghancurkan kekuasaan orang-orang Eropa untuk membebaskan diri dari kaum penjajah.

Kekuatan Inggris di Ambon tidak seberapa, karena sebagian sedang dikerahkan untuk merebut Banda. Rakyat Hitu melihat hal ini lalu mengangkat senjata dibawah pimpinan raja Seit, Ulupaha Tua, menyerang Benteng Victoria. Ancaman itu hampir saja berhasil, kalau bala bantuan Inggris tidak tiba pada waktunya dari Banda. Ulupaha Tua dan pemimpin-peimpin Hitu mengalami nasib buruk, seperti nenek moyang mereka dalam abad ke-16 dan 17. Mereka dihukum mati gantung. Mereka berkorban untuk kemerdekaan yang mereka inginkan kembali.

Tetapi di negeri-negeri lain rakyat rupanya tidak siap untuk mengangkat senjata. Terbetik berita bahwa hati pemuda-pemuda yang panas, didinginkan oleh pemuka-pemuka gereja dan guru-guru. Risiko masih terlalu besar. Orang dikejutkan oleh tindakan Inggris terhadap raja Seit. Keadaan belum masak.

Sementara itu setapak demi setapak, Inggris mulai menyusun pemerintahannya. Para risiden diangkat menggantikan residen Belanda. Pegawai-pegawai Kompeni Belanda tetap bekerja sesuai dengan instruksi dari raja mereka Willem V. Mulailah peraturan-peraturan tiba di negeri-negeri. Raja dan rakyat mulai melihat cuaca yang terang. Bulan berganti bulan, tahun berganti tahun. Peraturan Kompeni Belanda berganti dengan peraturan Kompeni Inggris. Peraturan monopoli diperlunak, kerja kwarto dan rodi diperingan, rakyat diberi lebih banyak kebebasan untuk berdagang, ekstirpasi dihentikan dan hongi dihapus.

Tujuh tahun lamanya rakyat Seram, Ambon dan Lease merasa bahwa ada sesuatu berkah yang turun atas mereka. Harapan baru akan hidup yang lebih baik timbul lagi. Kebun-kebun cengkih dan pala memberi harapan besar. Perniagaan menjadi ramai. Hanya terhadap penyelundupan Inggris bertindak keras juga.

Sementara itu Thomas dan kawan-kawannya makin menjadi dewasa. Penghapusan pas menjamin kebebasan bergerak. Pemuda-pemuda Haria ini sering pergi pulang Ambon Saparua. Di ibu kota banyak yang didengar, banyak berita yang mereka dapati. Antara lain bahwa Belanda masih tetap bertahan di Ternate. Gubernur di sana tidak mau tunduk pada instruksi raja dan tidak mau menyerah kepada Inggris. Baru nanti ketika pada tahun 1801 Ternate diserang oleh Inggris, dengan bantuan Sultan Nuku dari Tidore, maka runtuhlah kekuasaan Kompania Wolanda.

 

Page 8 of 37 All Pages

< Prev Next >scroll back to top
 

Add comment


Security code
Refresh

Hari Bumi dan Dampak Perubahan Iklim

P ERNAHKAH kita mendengar dan memperingati Hari Bumi dan kapankah waktu lahirnya ? Mungkin bagi sebagian diantara masyarakat sudah mengetahui bahwa tanggal 22 April adalah Hari Bumi (Earth Day), hari yang sangat penting bagi keberlanjutan kehidupan kita...

JIS dan Anak-anak Kita

M AMA, terima kasih telah mengantarkan Kayla. Aku mau sekolah dulu ya, Mama pulang aja. Kayla gak takut kok.”Kalimat itu saya petik dari novel Bunda Lisa (Jombang Santani Khairen, 2014) yang menurunkan kisah bunda PAUD yang mendedikasikan hidupnya...

Memikir Ulang Pendidikan

P ENDIDIKAN merupakan masalah setiap orang. Namun, tidak setiap orang merasa terpanggil membenahi sistem pendidikan secara konseptual- komprehensif, termasuk mereka yang sedang berkarya di jajaran pendidikan.Melegakan bahwa kini kian banyak guru profesional...

Kepala Sekolah

S ECARA struktural, kemajuan pendidikan suatu daerah ditentukan oleh ”three musketeers”, yaitu kepala daerah, kepala dinas, dan kepala sekolah. Kepala daerah yang memiliki visi pendidikan sebagai episentrum kemajuan akan menunjuk kepala dinas yang tak...

Dosen Tak (Boleh) Hanya Mengajar

T ERTIDUR di ruang kuliah bagi mahasiswa sudah hal lumrah. Dua hari yang lalu saya melihat mahasiswa saya tertidur nyenyak telentang di lantai seperti sangat kelelahan dan tak menyadari bahwa kuliah sudah dimulai.Saya terus saja kuliah dengan prinsip...

Dalam Cengkeraman Ilmu Dasar

S ETIAP bangsa punya pilihan: melahirkan atlet bermedali emas atau perenang yang tak pernah menyentuh air; melahirkan sarjana yang tahu ke mana langkah dibawa atau sekadar membawa ijazah.Tak termungkiri, negeri ini bu- tuh lebih banyak orang yang bisa...

Diskriminasi Masuk Perguruan Tinggi Negeri

I RONIS! Mungkin kata ini yang paling tepat untuk menggambarkan apa yang terjadi dalam penerimaan mahasiswa baru di seluruh perguruan tinggi negeri di Indonesia. Cukup mengakses website https://web.snmptn.ac.id/ptn/11, pembaca dapat melihat daftar perguruan...

Mengadili Kebijakan

K ASUS Bank Century dalam konteks hukum administrasi negara menimbulkan pertanyaan hukum, dapatkah kebijakan dalam nuansa kewenangan diskresi diadili atau dikriminalisasi?Untuk menjawab itu perlu ditelusuri mekanisme pemberian talangan. Kasus bermula...

Kinerja Riset Perguruan Tinggi Kita

S EORANG teman menulis pepatah: jika ingin membangun kota, dirikanlah sekolah; jika ingin membangun negeri, dirikanlah universitas. Saya menambahkan: jika ingin membangun negeri yang maju, dirikanlah universitas yang bermutu. Saat ini, terdapat sekitar...

Kementerian Pendidikan Tinggi dan Ristek

P ADA Konvensi Kampus X dan Temu Tahunan XVI Forum Rektor Indonesia di Universitas Sebelas Maret, Surakarta, 30 Januari 2014, saya selaku pembicara kunci melontarkan gagasan penggabungan Ditjen Pendidikan Tinggi (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)...

Peran UNPATTI dalam Memajukan Kehidupan Politik Kebangsaan yang Beradab

KAMPUS POKA — Seminar nasional yang digelar Universitas Pattimura (UNPATTI) Ambon dalam rangka dies natalis ke-51 dihadiri sekitar ratusan mahasiswa dan dosen dari sejumlah perguruan tinggi, Selasa (22/4)....

2.914 Pendaftar SNMPTN di UNPATTI

KAMPUS POKA — Pendaftaran SNMPTN telah ditutup sejak 31 Maret 2014 pada pukul 18.00 WIB, begitu juga pendaftaran Bidikmisi yang telah ditutup lebih awal. Siswa yang mendaftar di UNPATTI sebanyak 2.914...

Wisuda April 2014

KAMPUS POKA — Rektor Universitas Pattimura sebagai Ketua Senat membuka rapat senat terbuka luar biasa pada acara Wisuda periode April 2014, Rabu (2/4) di Gedung Auditorium Kampus Poka. Acara yang dihadiri...

Baru 46 Sekolah di Maluku yang Mendaftar SNMPTN

KAMPUS POKA — Sesuai data yang diperoleh melalui situs Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), baru didapati hanya 46 Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat di Provinsi Maluku yang...

Anies Baswedan: "Di Lagu-Lagu Kita Puji Guru, Tapi Nasibnya Tidak Dipikirkan"

KAMPUS POKA —  "Mari kita istimewakan guru-guru kita, istilahnya kita VIP-kan guru kita," ujar Anies Baswedan saat mengunjungi kampus UNPATTI saat memberikan ceramah ilmiah dengan tema: "Peran Perguruan...

Akses Perhubungan di Maluku Jadi Perhatian Pempus

KAMPUS POKA — Secara geografis, Maluku memiliki kondisi kepulauan yang berbeda dengan provinsi lainnya di Indonesia. Provinsi seribu pulau ini memiliki 97,5 persen laut dan 2,5 wilayah daratan. Karena...

Rapat Kerja Pimpinan 2014

KAMPUS POKA — Universitas Pattimura kembali menjadwalkan Rapat Kerja Pimpinannya pada Selasa-Sabtu (18-25) kemarin. Kegiatan Bimbingan Teknis Perencanaan dan Penyusunan Program, Kegiatan dan Anggaran 2015...

Fakultas MIPA Unpatti Dituntut Berkontribusi Bangun Maluku

KAMPUS POKA — Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Unpatti dituntut memberikan kontribusi dengan menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang berkompetensi, profesional dan mempunyai kapasitas...

Pra Kongres Pancasila VI

KAMPUS POKA — Seminar Forum Group Discussion (FGD) Pakar III yang mengambil tema "Pancasila Sebagai Ideologi Pemersatu Bangsa", yang dilakukan Rabu (22/01) berlangsung di Aula UNPATTI Ambon sebagai langkah...

Gita Wirjawan Beri Kuliah Umum di UNPATTI

KAMPUS POKA — Mengawali Tahun 2014 ini, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan adalah tamu pertama yang memberikan kuliah umum di Universitas Pattimura, Ambon, Kamis, 16 Januari 2014. Gita diberi kehormatan...

KOLOM MAHA-PATTI

Kolom MAHA-PATTI disediakan untuk mahasiswa berkreasi melalui tulisan, fotografi bahkan karya komik. Lewat kolom ini, mahasiswa dapat mengirimkan berbagai liputan kegiatan tentang dunia mahasiswa, mulai dari dalam kampus sampai pada kegiatan di luar kampus. Kirimkan kreativitasmu ke alamat email: maha-patti@unpatti.ac.id. Selamat bergabung dan menjadi bagian dari komunitas muda kampus yang kreatif.

Bagabung jua !

PENGUNJUNG

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday2760
mod_vvisit_counterYesterday3071
mod_vvisit_counterThis Week20991
mod_vvisit_counterLast Week35168
mod_vvisit_counterThis Month111132
mod_vvisit_counterLast Month122907
mod_vvisit_counterAll days1559420

We have: 274 guests online
since March 03, 2013

KONTAK

Jl. Ir. M. Putuhena Kampus-Poka
Ambon-Indonesia  97116

BUKU

Salah satu isu penting pendidikan tinggi adalah persoalan tata kelola perguruan tinggi yang kerap dikaitkan dengan isu komersialisasi, privatisasi, dan sebagainya. Diperlukan payung hukum setingkat undang-undang yang secara khusus mengatur pendidikan tinggi terutama terkait tata kelola perguruan tinggi.

Joomla template by ByJoomla.com