OPINI

Universitas, Rumah Belajar

PDF Print E-mail
Budi Widianarko — KOMPAS    Saturday, 01 March 2014 13:35  Read: 5107 times
Share

S

EBAGAI salah satu pembicara utama dalam Konvensi Kampus X dan Temu Tahunan XVI Forum Rektor Indonesia di kampus Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Jumat (30/1), Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman sempat memicu drama kecil.

Irman melontarkan gagasan untuk mengeluarkan urusan pendidikan tinggi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk digabungkan dengan urusan riset dalam suatu kementerian tersendiri. Gagasan itu mengacu pada model yang sama di negeri jiran, Malaysia, sekaligus untuk mendorong jumlah dan mutu riset di Tanah Air karena pendanaan riset bisa lebih melimpah dan berkelanjutan.

Alih-alih mendapat tanggapan dari para rektor, gagasan itu hanya disambut dingin. Sampai-sampai Irman meminta peserta tepuk tangan. Dalam perbincangan dengan beberapa sejawat rektor saat rehat kopi di acara itu, kami sampai pada kesimpulan bahwa kejadian ”telat tepuk tangan” tadi menunjukkan keraguan hadirin–yang mayoritas rektor–terhadap gagasan itu. Kami meragukan bahwa menempatkan urusan PT dalam keranjang yang sama dengan riset adalah pilihan tepat. Gagasan pemisahan urusan PT dari jenjang pendidikan yang lebih rendah jangan-jangan hanya dilandasi cara pandang pragmatis dan jalan pintas.

Menariknya, ternyata gagasan pembentukan Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi justru jadi salah satu butir rekomendasi FRI (Kompas, 6/2). Dengan bergabung dalam kementerian yang baru itu, diharapkan riset PT akan lebih terarah dan terintegrasi dengan lembaga-lembaga riset lain. Lontaran Ketua DPD memang terkesan ”populis” ketika dilontarkan di depan khalayak ratusan rektor perguruan tinggi negeri dan swasta sehingga tak heran memikat para petinggi FRI untuk mengadopsinya. Jika hakikat pendidikan tinggi jadi titik tolak perenungan, rekomendasi FRI itu masih perlu pendalaman.

Pendidikan tinggi adalah lembaga yang sarat dengan muatan pendidikan dan pengajaran. Lembaga pendidikan tinggi, terutama universitas, adalah rumah belajar. Ungkapan universitas magistrorum et scholarium (universitas sebagai komunitas guru dan murid) secara gamblang menunjukkan itu. Bahkan, dalam bentuk awalnya, universitas pada abad pertengahan sebenarnya dilahirkan dan lantas dikelola oleh kumpulan guru atau dosen.

Rumah belajar

Hakikat universitas sebagai rumah belajar tak lekang oleh waktu. Dalam konteks kekinian sekalipun, ketika harus hidup di tengah masyarakat ilmu pengetahuan (knowledge society), kecuali mendukung perekonomian–tiga dari empat tujuan utama universitas menyangkut proses belajar (learning), yaitu: (1) menginspirasi dan memampukan individu-individu mengembangkan kemampuan intelektual hingga ke tingkat paling tinggi, (2) memajukan pengetahuan dan pemahaman, (3) membentuk masyarakat demokratik dan beradab (Diana Laurillard, 2002).

Mandat universitas memang bukan hanya melaksanakan riset. Bahkan, ketika kita menengok peran yang diharapkan dari sebuah universitas riset (research university), maka produk pertamanya adalah pendidikan. Seperti diungkapkan oleh Lendel (2010), dalam perekonomian berbasis ilmu pengetahuan (knowledge economy) universitas dapat dipandang layaknya sebuah industri multiproduk dengan tujuh produk, yaitu (1) pendidikan, (2) produk budaya, (3) tenaga kerja terlatih, (4) penelitian-kontrak, (5) difusi teknologi, (6) penciptaan pengetahuan baru, dan (7) produk dan industri baru.

Menurut George Dennis O’Brien, penulis buku All the Essential Halftruths about Higher Education (1998), ”universitas sebagai rumah belajar” memang bak menyebut ”bujangan sebagai lelaki belum menikah”. Namun, dia mengingatkan, hakikat universitas sebagai rumah belajar jangan sampai dilupakan ”hanya” demi menjawab tantangan perubahan zaman.

Memotret keadaan di Amerika Serikat, O’Brien menyatakan, masalah utama dalam pendidikan tinggi bukanlah pertentangan pengajaran (teaching) versus riset, melainkan terabaikannya pembelajaran dan pendidikan (learning and education) di universitas. Titik berat pada penelitian, terutama di universitas-universitas riset, ”memaksa” para guru besar dan dosen mencurahkan tenaga untuk berebut dana penelitian serta melimpahkan kewajiban mengajarnya kepada mahasiswa pascasarjana. Praktik pelimpahan tugas ini sering kali dapat pembenaran sebagai proses magang. Akibatnya yang terjadi hanya alih pengetahuan bukan pendidikan karena para pengalih pengetahuan muda itu bukan guru atau dosen.

Dalam pendidikan, jangan pernah dilupakan bahwa setiap manusia pada dasarnya unik. Setiap universitas ditantang untuk dapat mentransformasikan keragaman kualitas asupan mahasiswa menjadi sebuah keunggulan. Untuk dapat mewujudkannya, curahan waktu dan tenaga saja tidaklah mencukupi, para dosen juga harus terus-menerus mengasah empati.

Pembelajaran transformatif

Dalam interaksi dengan para mahasiswanya, seorang dosen berperan sebagai mentor yang dituntut memiliki sejumlah kualitas, antara lain sebagai teman sekaligus pembimbing, lebih matang, otoritas akademik, pengasuh, dan sepenuh hati. Selain itu, interaksi yang baik memerlukan lingkungan pembelajaran yang baik, begitu pula interaksi yang semakin bermutu memerlukan lingkungan belajar yang lebih bermutu pula. Mungkin kita dapat belajar dari pengalaman Uri Treisman, profesor matematika di Universitas California–Berkeley, berikut ini.

Profesor Uri Treisman terusik mendapati kenyataan para mahasiswa kulit hitam peserta kuliah Dasar-Dasar Kalkulus-nya memperoleh nilai yang sangat jelek. Semula Uri menduga hasil buruk itu berhubungan dengan faktor-faktor standar, yaitu pengalaman sekolah menengah yang buruk, kurangnya dorongan orang tua, kesulitan keuangan, dan sebagainya.

Ternyata Uri sama sekali tidak menemukan korelasi yang ia duga. Mahasiswa kulit hitam dengan pengalaman sekolah menengah yang baik ternyata juga memperoleh nilai jelek seperti rekan-rekannya yang memiliki pengalaman sekolah menengah yang biasa-biasa saja. Begitu pula, faktor ekonomi dan orangtua sama sekali tidak berkorelasi.

Uri tak langsung menyerah. Ia kemudian melakukan riset kecil dengan memilih kelompok mahasiswa China–yang semua memperoleh nilai bagus–sebagai pembanding. Uri menemukan rahasianya. Mahasiswa China suka bekerja dalam kelompok, sebaliknya mahasiswa kulit hitam cenderung bekerja mandiri. Berdasarkan temuannya, Uri lantas mengubah kondisi dan tata letak kelas serta menerapkan sistem pembelajaran kelompok. Tak berapa lama kemudian prestasi para mahasiswa kulit hitam meningkat luar biasa.

Kisah Profesor Treisman tadi membuktikan bahwa ”hanya” dengan memperbaiki kondisi pembelajaran transformasi yang bermakna dapat diwujudkan. Akhirnya jika direnungkan lebih mendalam, di Indonesia telah ada rumusan bernas tentang mandat universitas, yaitu tri darma pendidikan tinggi: pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Tentu bukan tanpa alasan ketika para pemikir pendidikan tinggi terbaik negeri ini saat itu menempatkan pendidikan dan pengajaran sebagai darma pertama.

Budi Widianarko — Rektor Unika Soegijapranata

scroll back to top
 

Add comment


Security code
Refresh

Asa di Pendidikan Tinggi

P RO kontra tepatkah pendidikan tinggi yang semula di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bergabung dengan Kementerian Riset dan Teknologi menemukan ujungnya saat Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan menterinya dalam Kabinet Kerja pada Oktober...

”Harga” Dosen Naik, Peringkat Universitas Turun

T ULISAN Rhenald Kasali berjudul ”Naiknya ’Harga’ Dosen” (Kompas.com, Senin, 15 September 2014) cukup menarik untuk ditanggapi.Sebagai guru besar ilmu manajemen yang sudah tersohor, pendapat beliau mengenai naiknya ”harga” dosen beserta implikasinya...

Pahlawan

S EPERTI asli yang berasal dari kata asal ditambah akhiran -i, pahlawan ialah pahala + -wan, yakni orang yang pantas mendapat pahala. Yang menilai kepantasannya untuk memperoleh pahala ialah bangsa kepada siapa tindakan kepahlawanan yang tulus dan tanpa...

Keseimbangan Pendidikan dan Difusi Trims

S ISTEM pendidikan yang mengembangkan pengetahuan ilmiah serta memberlatihkan keterampilan tentu merupakan pemasok pekerja berpengetahuan. Adapun difusi atau penyebaran pengetahuan ilmiah salah satunya akan membangkitkan permintaan atas pekerja berpengetahuan....

Ristek dan Pendidikan Tinggi

P ERJUANGAN Forum Rektor Indonesia untuk memisahkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akhirnya terwujud. Kementerian ini sejatinya telah lama digadang-gadang Forum Rektor Indonesia (FRI). Alasannya, riset-riset...

Seruan kepada Menristek dan Dikti

D IPISAHKANNYA urusan pendidikan tinggi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan karena ada berbagai persoalan pendidikan tinggi yang serius dan kurang mampu ditangani oleh kementerian ini.Akibatnya, prestasi akademik ilmuwan kita tertinggal dari ilmuwan...

Trilogi Ristek-Dikti-Industri

K ETIKA riset dan teknologi serta pendidikan tinggi disatupadukan dalam suatu lembaga tunggal, akan ada dua kemungkinan besar yang dapat terjadi. Kemungkinan pertama adalah riset dan teknologi (ristek) akan menjadi ujung tombak penyelenggaraan pendidikan...

Pendidikan dan Kebudayaan

S ETELAH menanti selama sepekan penuh, the longest week that ever exist, Presiden Joko Widodo mengumumkan komposisi pemerintahannya. Setelah menyaksikan di layar televisi susunan Kabinet Kerja-nya, saya sangat kecewa.Presiden cum pemimpin baru Indonesia...

Absurditas BAN-PT

K ETIKA berangkat dari Banda Aceh ke Jakarta beberapa waktu lalu, saya bertemu teman akrab saya di Bandar Udara Sultan Iskandar Muda. Dia bekerja di Pertamina pusat.Selaku profesor di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), saya ditanya, ”Mengapa akreditasi...

Legitimasi Moral Dewan Pendidikan Nasional

S ALAH satu kritik pedas para akademisi dan praktisi pendidikan terhadap pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono adalah kelalaiannya dalam membentuk lembaga mandiri yang menjadi pengawas kebijakan pendidikan nasional, yaitu Dewan Pendidikan Nasional. Meski...
  • DAFTAR BLOG DOSEN
    • Yashinta Merciana Yuniar,SH,MH 08.12.2014 16:27
      Saya lulusan S2 Hukum dan pernah mengajar Hukum Pidana di Untag ...
  • JIS dan Anak-anak Kita
    • emmanuel thomas 18.12.2014 19:52
      Halo, Apakah Anda memerlukan pinjaman mendesak untuk melunasi ...
  • KAPITAN PATTIMURA
    • Brianne 10.12.2014 20:21
      Due to this subject, a large number of buyers have started loads of ...
  • Mengubah Strategi Pembangunan
    • Cecilia 13.12.2014 01:05
      Hurrah! After all I got a web site from where I be capable of ...
       
    • Nathaniel 12.12.2014 23:15
      I am genuinely thankful to the holder of this web site who has ...
  • The Role of Clara Cells in the Regeneration of Alveolar Epithelia (video)
    • Edwina 22.12.2014 06:56
      Howdy this is somewhat of off topic but I was wanting to know ...
  • Tri Dharma PT dan Karier Dosen
    • Meryl 23.12.2014 19:26
      telah Anda pernah mencari tawaran pinjaman tertentu? Mungkin pemberi ...
       
    • emmanuel thomas 19.12.2014 12:15
      Moshi Moshi, Apakah Anda memerlukan pinjaman mendesak untuk melunasi ...
       
    • Mark Welmer 16.12.2014 08:15
      Halo, Saya Mark Wilmer, pemberi pinjaman kredit pribadi meminjamkan ...
       
    • PERRY 12.12.2014 13:02
      Apakah Anda membutuhkan dana untuk memulai bisnis keuangan Anda ...

BI Selenggarakan Diseminasi Laporan Keuangan

KAMPUS POKA — Diseminasi laporan keuangan, kebijakan akuntansi dan operasi moneter yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Bersama Universitas Pattimura Ambon berlangsung di Aula Rektorat UNPATTI, Kamis...

International Conference of The Indonesian Chemical Society (ICICS)

KAMPUS POKA — Atas kerjasama Universitas Pattimura dan Pemerintah Kota Ambon, maka pada tanggal 17 September 2014 dilaksanakan kegiatan International Conference of the Indonesian Chemical Society (ICICS)...

Semarak Perayaan Idul Adha 1435 H

MESJID KAMPUS — Dalam rangka menyemarakkan perayaan Idul Adha 1435 H dalam lingkungan Universitas Pattimura, Dewan Mesjid Kampus UNPATTI melaksanakan beberapa kegiatan, antara lain Tabligh Akbar yg dilaksanakan...

KASAD-TNI: Generasi Muda Harus Waspadai Perang Proxy

KAMPUS POKA — Kali ini Jumat (10/10), Universitas Pattimura mendapat kunjungan kehormatan dari Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. Kedatangannya di kampus UNPATTI dalam rangka...

Bedah Buku 'Sang Upuleru"

KAMPUS POKA — Acara bedah buku dengan judul "SANG UPULERU" digelar di Universitas Pattimura, pada Selasa, 19 Agustus 2014 di Aula Rektorat dalam rangka memperingati 100 tahun Prof.Dr. Gerrit Augustinus...

Seminar Nasional Forum Dekan FISIP Se-Indonesia

AMBON — Satu lagi perhelatan Nasional digelar di Provinsi Seribu Pulau ini yang dibuka langsung secara resmi oleh Gubernur Maluku di kediamannya di Mangga Dua Ambon, sekaligus dengan acara jamuan makan...

UNPATTI - Komite I DPD-RI: Uji Sahih RUU Pengadilan Agraria

KAMPUS POKA — Masalah agraria merupakan salah satu persoalan mendasar agraria saat ini dengan maraknya konflik atas pemilikan, penguasaan, penggunaan dan pemanfaatan sumber-sumber agraria yang meliputi...

1.688 Peserta SBMPTN lulus di Universitas Pattimura

KAMPUS POKA — Sebanyak 1.688 orang dinyatakan diterima di Universitas Pattimura melalui jalur ujian tulis Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2014. Jumlah pendaftar jalur ini mencapai...

JK: Sistem Politik Indonesia tak Beradab

KAMPUS POKA — Mantan Wapres Jusuf Kalla menilai sistem perpolitikan dan demokrasi yang diusung saat ini di Indonesia masih diwarnai dengan hal-hal yang tidak beradab. Buktinya, awal orde reformasi justru...

Wagub: Kualitas Pendidikan di Maluku Terus Ditingkatkan

KAMPUS POKA — Kualitas pendidikan di Maluku dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Hal itu disebabkan adanya peran serta dan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan termasuk yayasan-yayasan...

KOLOM MAHA-PATTI

Kolom MAHA-PATTI disediakan untuk mahasiswa berkreasi melalui tulisan, fotografi bahkan karya komik. Lewat kolom ini, mahasiswa dapat mengirimkan berbagai liputan kegiatan tentang dunia mahasiswa, mulai dari dalam kampus sampai pada kegiatan di luar kampus. Kirimkan kreativitasmu ke alamat email: maha-patti@unpatti.ac.id. Selamat bergabung dan menjadi bagian dari komunitas muda kampus yang kreatif.

Bagabung jua !

PENGUNJUNG

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1686
mod_vvisit_counterYesterday2409
mod_vvisit_counterThis Week1686
mod_vvisit_counterLast Week19116
mod_vvisit_counterThis Month98333
mod_vvisit_counterLast Month111159
mod_vvisit_counterAll days2373589

We have: 54 guests online
since March 03, 2013

KONTAK

Jl. Ir. M. Putuhena Kampus-Poka
Ambon-Indonesia  97116

BUKU

Salah satu isu penting pendidikan tinggi adalah persoalan tata kelola perguruan tinggi yang kerap dikaitkan dengan isu komersialisasi, privatisasi, dan sebagainya. Diperlukan payung hukum setingkat undang-undang yang secara khusus mengatur pendidikan tinggi terutama terkait tata kelola perguruan tinggi.

Joomla template by ByJoomla.com