Simpoloka Geofisika

Utamakan SNP, Teknik Geofisika menggelar SIMPOLOKA KURIKULUM

[web.unpatti.ac.id] Kampus Unpatti, Selasa (11/12/2018). Program Studi Teknik Geofisika yang berada dibawah Jurusan Teknik Geologi (Skema Blok Masela) Universitas Pattimura, mengadakan Simposium dan Lokakarya Kurikulum yang di laksanakan tanggal 11 Desember 2018 di lt. IV Rektorat.

Simpoloka GeofisikaDesain kurikulum berbasis KKNI di Perguruan Tinggi sangatlah dibutuhkan karena dapat mengasah potensi mahasiswa untuk menjadi agen yang berwawasan luas dan memiliki skill yang memang sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan di masyarakat. Selain itu, sistem KKNI ini lebih memudahkan pihak Perguruan Tinggi untuk menentukan tujuan akhir sebagai hasil capaian pembelajaran yang selama ini diajarkan. Dengan penerapan itu Kurikulum menuntut mahasiswa harus memiliki kemampuan yang memenuhi kriteria dalam berbagai aspek; attitude, kemampuan kerja, pengetahuan dan kemampuan manajerial yang bertanggungjawab dan itu harus berstandar pada Standar Nasional Pendidikan sebagai amanat Permenristekdikti 44 tahun 2015 yang telah dirubah dengan Pemenristekdikti 50 Tahun 2018 tentang standar Nasional Pendidikan Tinggi.

Terkait peraturan yang berlaku Ketua Jurusan Teknik Geologi (skema Blok Masela) Dr. Robert Hutagalung pada Jumat (7/11/2018) lalu jelaskan bahwa kegiatan ini sangat penting bagi prodi Teknik Geofisika yang berada dibawah Jurusan Teknik Geologi agar kurikulumnya sesuai standar dan aturan yang berlaku. Dengan kegiatan Simpoloka ini Hutagalung harapkan draft kurikulum yang dimiliki prodi dapat lebih di pertajam:“ saya berharap adanya masukan-masukan dari para stakeholders atas kurikulum yang telah dirancang untuk menjadi lebih sesuai lagi dengan SNP dan aturan yang berlaku agar sejalan dengan visi misi dibentuknya prodi Teknik Geofisika, yang tentunya juga memuat matakuliah penciri universitas sesuai Pola Ilmiah Pokok “bina mulia ke-lautan” sebagaimana visi misi Jurusan dan tujuan pendiriannya”, harapnya.

Ketua Prodi Teknik Geofisika Philipus Patty, Ph.D., dalam laporannya jelaskan bahwa selain mengacu pada SNP dan aturan yang berlaku serta visi misi jurusan/prodi yang hendak dicapai, “kurikulum ini nantinya di desain akan didorong untuk membentuk hard skill dan soft skill lulusan agar dapat bersaing dan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh. Kegiatan simpoloka ini telah dimulai pada Senin (10/12) dengan kegiatan pra simpoloka oleh internal prodi, jadi hasil yang diperoleh dibawa ke simpoloka hari ini guna dipertajam lagi dengan masukan para stakeholders”, jelas Philipus.

Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Fredrik Rieuwpassa, MS. menampilkan panelis; Dr. Warsa , S.Si., MT., (Kaprodi Tek. Geofisika, FTTM ITB), Prof. Dr.Ir. Jan Sopaheluwakan (Pusat Penelitian Geoteknologi, LIPI), Dra. Farida Salampesy, M.Si., (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dan Muh. Al Mujabuddawat, S.Hum., Peneliti dari Balai Arkeologi Maluku.

Simpoloka Geofisika

Selain masukan dan saran , pada simpoloka ini para stakeholder sangat antusias dan peduli untuk peningkatan akademik di Unpatti secara umum dan khususnya pada Prodi Geofisika dengan menawarkan kerjasama penelitian dan best practice dengan menggunakan fasilitas yang dimiliki. Menjawab peluang ini, Kaprodi Philipus mengatakan akan membawa hal kemitraan yang baik ini ke pimpinan untuk dibicarakan lebih lanjut. Selamat Berkarya Nyata… HOTUMESE..

Leave a Reply

Your email address will not be published.