Integrated Laboratory (I-lab): Inspirasi Mahasiswa, Ilmuan Penemu Dengan Karya Inovasi Universitas Pattimura

UNPATTI,- Ditengah Pandemi Covid-19 Integrated Laboratory (I-lab) Universitas Pattimura yang terdiri dari laboratorium Teaching Elektronik dan Instrumentasi serta Laboratorium Penelitian (Nanotechnology Research Center & Innovative Creation, PPNRI) melakukan inovasi dalam bidang multitasking Fisika. Aktifitas yang dikerjakan para mahasiswa berupa praktikum fisika experimen dan eksperimen Osiloskop, yaitu eksperimen tentang alat ukur elektronika yang berfungsi memproyeksikan bentuk sinyal listrik agar dapat dilihat dan dipelajari. sumber membuat electron gun/electron gun sendiri bisa di kontrol dengan dua plat horizontal dan vertical supaya elektron mampu dikontrol dan dapat dilihat discreen. Rangkaian resistor yang sumbernya dari alur listrik masuk ke resistor dan ketika electron bergerak didalam resistor, dapat dilihat bagaimana fungsi tegangan resistor. Kalau diganti dengan kapasitor fasenya akan bergeser menjadi gelombang tegangan cosinus, sedangkan dengan inductor fasenya menjadi positif.

Dr. Hendrik Izaac Elim, Ph.D, Kepala I-Lab mengatakan dari eksperimen ini mahasiswa akan menjadi paham dan bukan hanya melihat rangkaian elektronik tetapi bisa dilihat lebih jauh seluruh prosesnya yang didasari oleh hukum kekekalan muatan (tidak Ada muatan yang lenyap). Lanjut dikatakan, dosen dalam proses mengajar lebih banyak menggunakan teori padahal pada saat ini dibutuhkan pengembangan ilmu melalui praktikum dan eksperimen teori. I-Lab Universitas Pattimura, mengembangkan metode pembelajaran yang mengedepankan praktikum dengan presentasi yang lebih dari teori. Hal ini di maksudkan agar mahasiswa mampu melakukan tindakan dan pengamatan, untuk mengecek atau menyalahkan hipotesis atau mengenali hubungan sebab akibat antara gejala dalam ilmu science. Ditambahkan, Mahasiswa akan lebih memahami dan membuktikan kelebihan dan kekurangan teori.

Mahasiswa Jurusan Fisika lebih dimudahkan karena dapat melakukan penelitian pada laboratorium riset, yang ada pada I-Lab. Reset osiloskop banyak dilakukan pada I-Lab, mahasiswa diharapkan mampu menggunakan alat osiloskop secara optimal, “kami mendidik untuk bisa, bukan hanya mengambil data“, ujar Dr. Hendrik

Dr. Hendrik Izaac Elim, Ph.D juga menulis beberapa buku tentang Metode Fisika Eksperimen, Panduan Skripsi Sarjana Sains (S.Si): “Excellent Knowledge Better Characters “, Nonlinear Optics and The Frontier of Nanoscience and Nanotechnology, penulis chapter book pada buku ‘Memuliakan Laut – Buah Pikiran Akademisi Universitas Pattimura’, serta berbagai artikel/paper yang telah terpublikasi yang teruji dari berbagai proses review yang ketat di berbagai jurnal top finish seperti Applied Physics Letters, Chemical Physics Letters, Journal of the American Chemical Society, Chemical Communication, maupun Advanced Materials dan Journal of Physical Chemistry C. Buku-buku tersebut memberikan kemudahan bagi mahasiswa sebagai referensi penulisan skripsi, tentang metode fisika experiment, buku tetang nano teknologi yang didalamnya berisi perjalanan karir Hendry I Elim, Ph.D dengan memuat lebih dari 34 papers internasional.

Dr. Hendrik adalah sosok yang jenius dengan total 34 Paper Internasional dengan kualitas jurnal Quartile 1 (Q1) dibidang Fisika dalam 19 tahun terakhir, sejak 2001. Saat ini Dr Hendrik beserta tim sementara mengerjakan penelitian terkait eucalyptus oil, semoga ini menjadi karya terbaik jika diterima pada salah satu jurnal ternama di Inggris (UK).

Hambatan pasti banyak akan tetapi kita datang untuk melayani, membangun dan berkontribusi dari belakang. “kerja keras itu pasti karena ditengah kerja keras akan ada keberuntungan”, tandasnya.

Dr. Hendrik juga membimbing beberapa mahasiswa berbakat yaitu Randi Rasyid Latuconsina, Kaswan Harusia, Aprilia Angel Pattipeilohy dan Yosua Pratama Iswahyudi. Randi merupakan pemenang Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Tingkat Provinsi, Kaswan Harusia pada tahun 2019 merupakan mahasiswa terbaik urutan ke dua tingkat Universitas Pattimura, pernah mengikuti seleksi ajang kompetisi ilmiah tingkat Universitas Pattimura penerima beasiswa bidikmisi 2020 mendapatkan juara pertama dan mengikuti ajang riset mewakili unpatti dan merupakan salah satu finalis.

Dr. Hendrik berharap kepada para mahasiswa bimbinganya agar Universitas Pattimura dapat memberikan beasiswa belajar pada universitas ternama di Indonesia maupun luar negeri supaya para mahasiswanya bisa menunjukan kualitas mereka yang sebenarnya dan mampu bersaing dengan mahasiswa lainnya.

Satu harapan Dr. Hendrik, Universitas Pattimura akan membuka Program Studi Elektronika dan Instrumentasi (Prodi ELiNS) pada Fakultas MIPA, diwaktu mendatang, dan lulusan terbaik dari universitas ini bisa mengabdi di program studi tersebut.

Our motto since Oct. 2014 : The Excellent Wisdom In Our Spirit, and The Excellent Knowledge In Our Soul. 

Hotumese…!!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published.