Ngobrol Bareng “Menguak Potensi Sumberdaya Laut Maluku”

UNPATTI,- Ikan maupun rumput laut adalah sumberdaya laut Maluku dan pesisir yang merupakan bahan makanan sangat bergizi dan baik di konsumsi sekarang ini ditengah Pandemi Covid-19. Mengkonsumsi ikan dan rumput laut dapat meningkatkan imun tubuh karena memiliki nilai gizi tinggi.  Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI) Wilayah Maluku – Maluku Utara bekerjasama dengan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura mengadakan acara NGOBAR (Ngobrol Bareng) dengan mengusung tema “Menguak Potensi Sumberdaya Laut Maluku dan Pesisir Untuk Menjaga Kesehatan dan Imun Tubuh Di Masa Pandemi” secara virtual, Kamis, (26/11).

Prof. Dr. Ir. Frederik Rieuwpassa, M.S selaku Kordinator Wilayah MPHPI Maluku-Maluku Utara dalam sambutan saat membuka kegiatan mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh pengurus pusat MPHPI dan Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, kepada Korwil MPHPI Maluku – Maluku Utara khususnya Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelauatan Universitas Pattimura untuk menyelenggarakan ngobrol bareng. “Tema kegiatan ini akan mengarahkan kita untuk mendengarkan masukan-masukan dari Ditjen PDSPKP dan makalah dari para Narasumber untuk pengembangan kedepan”, ujar Prof Rieuwpassa.

Ketua umum MPHPI, Ir. Ady Surya mengatakan tujuan dalam melaksanakan Ngobar ini adalah sebagai satu implementasi kerjasama antara MPHPI dengan Kementrian Kelautan untuk melihat kekuatan besar disektor pengolahan ikan di Indonesia dan riset perikanan khususnya pengolahan dari berbagai lembaga penelitian dan pengembangan maupun perguruan tinggi.  Acara Ngobar dilakukan bergilir di seluruh Indonesia pada wilayah pengelolaan MPHPI, untuk mendapatkan produk –produk ungulan di daerah, yang bisa di jadikan sebagai andalan Nasional di sektor perikanan. Kondisi saat ini merupakan bagian dari rangkaian implementasi lapangan MPHPI, dengan mempedomani himbauan Presiden Jokowi “makan ikanlah supaya sehat”.

Lanjutunya Provinsi Maluku merupakan daerah suplayer utama produk industri MPHPI dan di ketahui sebagai lumbung ikan yang pertama. Sebagai suplayer ikan utama pertumbuhan industri ikan di Maluku lebih lambat dari daerah lain yang ada di pulau Jawa dan ini menjadi satu tantangan bagaimana pemerintah daerah agar bisa menarik calon-calon investor dalam negeri maupun luar negeri untuk berinvestasi di Maluku, karena sebagai lumbung saja nilai added value  yang didapat di daerah terutama serapan tenaga kerja dan pergerakan ekonomi tidak cukup memberikan dorongan bagi pertumbuhan kesejahtraan masyarakat disana.

Dalam menopang kesejahtraan masyarakat Ir. Ady Surya berpesan dan berharap kepada MPHPI, Universitas Pattimura dan Pemerintah Daerah untuk berkolaborasi menguatkan ikatan sesama masyarakat perikanan yang  bertujuan menarik berbagai investor untuk masuk ke Maluku. Dari data statistik di dunia, Maluku dan Maluku Utara mempunyai perairan yang besar dan merupakan daerah kehidupan tuna cakalang, akan tetapi exporter tuna cakalang dunia di pegang oleh Thailand dan Indonesia berada pada posisi keenam dengan posisi 1/3 yang bisa dikirim Thailand ke dunia. Padahal Thailand mempunyai perairan yang kecil, ini merupakan sesuatu kelemahan, sehingga perlu dikaji bahwa Maluku bisa menjadi tulang punggung pemasok industri ikan nasional dan industri ikan dunia terutama tuna cakalang.

Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd dalam sambutanya mengapresiasi proses penyelenggaraan Ngobar  MPHPI dan diharapkan dapat memberikan  kontribusi pemikiran bagi institusi masing – masing, pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dalam melihat  potensi sumberdaya laut di Maluku, yang mampu  memberikan kesejahtraan bagi kehidupan masyarakat ditengah Pandemi Covid-19.

“Ketua Gugus Tugas Covid-19, Letjen Doni Monardo juga mengambil begitu banyak produk ikan dari Maluku untuk di konsumsi bagi penderita covid di wisma atlit Jakarta dan bukan hanya produk ikan akan tetapi berbagai hasil laut yang bisa memberikan kontribusi bagi penguatan imun tubuh”, ujar Prof Leiwakabessy. Lanjut dikatakan, produk-produk sumber daya laut tidak hanya untuk dimanfaatkan, tetapi juga diperlukan pengembangan melalui riset ilmiah. “Berharap lewat ngobrol bareng MPHPI muncul ide-ide yang luar biasa bagi masyarakat sehinggan masyarakat dapat mengimplementasikan dan menghasilkan produk yang dipake untuk mengatasi masalah Covid-19”

Hadir dalam acara Ngobar virtual MPHPI, Sekretaris Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kepala Bidang Perikanan Budidaya Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, Dinas Perikanan dan Kelautan Maluku, Nike Lidyastuti Aritovani, S.T (Direktur CV. Nacha Ambon), para dosen, pemerhati, stakeholder dan masyarakat umum.

Kegiatan yang dipandu oleh  Dr. Ir. Imelda K. E. Savitri, M.Si (Dosen THP FPIK Unpatti) menghadirkan Narasumber, Prof. Dr. Ir. D. A. N. Apituley, M.P (Dosen THP FPIK Unpatti) yang membawakan topik “Konsumsi Ikan dan Produk Hasi Laut Untuk Kesehatan dan Kecerdasan”.,  Dr. Ir. Alfonsina M. Tapotubun, M.P (Dosen THP FPIK Unpatti)  membawakan topik “Pangan Lokal Tuan Rumah Makanan Masyarakat Di Masa Pandemi”., Dr. Ir. R. B. D. Sarmin, M.Si (Dosen THP FPIK Unpatti) membawakan topik “Prospect Bioactive Hasil Laut Maluku”., Dr. Yolanda M. T. N. Apituley (Dosen AGP FPIK Unpatti) membawakan topik “Aspek Sosial Ekonomi Dan Rantai Nilai Ikan Olahan Masyarakat Kepulauan”., Karolis W. Iwamony (Kabid Perikanan Budidaya P2HP) membawakan topik “Maluku Lumbung Ikan Nasional – Strategi Peningkatan Daya Saing Produk Kelautan Dan Perikanan Dari Pandemi Menuju Industrilisasi”.

Sukses untuk pelaksanaan kegiatan ini. Hotumese …!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published.