“OVER COMING COVID 19 AND ITS GROWING RISKS FOR EDUCATION” INTERNASIONAL EDUCATION 2020

UNPATTI,- Fakutas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura melaksanakan Seminar Internasional dengan topik  “OVER COMING COVID 19 AND ITS GROWING RISKS FOR EDUCATION”, Kamis, 19 November 2020.  Seminar ini bertujuan untuk mendorong peningkatan kualitas sumberdaya manusia Pendidik dan Tenaga Kependidikan di Provinsi Maluku agar menciptakan lebih banyak tenaga professional di era Revolusi Industri 4.0.

Berdasarkan SK Dekan Nomor 265/UN13.1.3/SK/2019 menjadi dasar kepanitiaan bagi pelaksanaan Seminar Internasional Pendidikan. Dalam laporan Ketua Panitia, Theophanny Paula Theresia Rampisela, S.Psi., M.Ed, menyampaikan bahwa Materi Seminar Internasional akan membahas topik terkait bagaimana mengatasi masalah Covid-19 dan resiko yang semakin besar bagi pendidikan; bekerjasama untuk konten dan metode yang lebih baik dalam pembelajaran digital, dengan 4 sub topik; masalah pendididkan, literasi, pendidikan karakter dan digitalisasi media dalam proses belajar mengajar.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd dalam sambutannya mewakili Rektor mengatakan kegiatan ini merupakan upaya bersama untuk memberikan kontribusi bagi institusi dan kesempatan untuk memberikan kontribusi pemikiran ilmiah ditengah kondisi Pandemi Covid. Juga dapat memberikan bobot melalui kajian-kajian ilmiah, sehingga mampu menghasilkan pemikiran untuk mencari solusi dan menjawab tantangan secara substansi maupun metodologi pembelajaran sampai pada evaluasi pendidikan dimasa pandemi ini. Lanjut dikatakan, diharapkan kita mampu menghasilkan artikel dan jurnal bagi pengembangan pembelajaran.

Seminar ini menghadirkan para Narasumber yang profesional di Bidang Pendidikan, yaitu  :

  1. drh. Aris Jumaidi, Ph.D (Student and Learning Director, Ministry of Education and Culture, Indonesia)
  2. Fred Dervin (University of Helsinky, Finland)
  3. Mei Yuan (Minzu University, China)
  4. Wiel Veugelers (University of Humanistic Studies, Netherlands)
  5. Dr. F. Leiwakabessy, M.Pd (Patimura University, Indonesia)

Dalam seminar ini para Narasumber membahas berbagai topik tentang bagaimana kerangka keputusan nasional dan program-program Pemerintah, yang terkait dengan pendidikan dan proses pembelajaran selama pandemi, bagaimana penguatan budaya dan aspek psikologis siswa maupun mahasiswa dalam pembelajaran online yang terjadi pada masa pandemi, pendidikan moral dan kewarganegaraan dalam masa pademi, serta bagaimana tantangan yang dihadapai oleh pendidikan tinggi Maluku disaat ini dan hal-hal apa saja yang sudah dilakukan dalam menjawab tantangan tersebut.

Hal yang menarik yang dibahas dalam pelaksanaan seminar ini adalah bahwa dalam masa pandemi ada begitu banyak tantangan yang dihadapi terkait dengan pembelajaran online. Tetapi dalam kenyataan pendidik dan peserta didik sudah semakin beradaptasi dibandingkan dengan awal terjadinya covid dan awal proses pembelajaran secara online. Pandemi Covid-19 mengharuskan adanya penyesuaian dalam banyak hal termasuk penyesuaian dalam proses pembelajaran, dimana saat ini adaptasi dalam pembelajaran online semakin baik. Diharapkan arah pembelajaran tidak hanya terfokus ke system tetapi penguatan dalam proses pembelajaran secara online itu sendiri. Sehingga kedepannya model pembelajaran Blended Learning yakni perpaduan metode belajar tatap muka (di dalam kelas) dengan materi yang diberikan secara online, dapat diterapkan.

Hal penting lainnya adalah Multikulturalisme haruslah menjadi objek penelitian para pakar di Indonesia, sehingga muncul penggagas dan teori-teori baru dan bisa menjadi jawaban proses pembelajaran secara internasional. Pengalaman selama masa pandemi akan menjadikan pembelajar maupun pengajar  lebih adaptif dalam proses pembelajaran secara digitalisasi. Dari pelaksanaan kegiatan ini  mendapat gambaran secara lengkap bahwa bagaimana adaptasi pendidikan yang telah terjadi secara global, nasional dan lokal selama masa pandemic, sehingga mampu membuka cakrawala berpikir kita.

“Output dari kegiatan ini adalah termotivasinya guru/dosen siswa dan mahasiswa untuk melakukan hal-hal yang kreatif dalam proses pembelajaran di era pandemic, sehingga mampu menjawab tantangan pembelajaran yang ada. Para dosen dan penelitipun akan lebih   termotivasi untuk melakukan penelitian lanjutan yang berkaitan  dengan pendidikan. Penelitian itu kemudian dapat terpublikasi secara internasional untuk kepentingan kemajuan dunia pendidikan”, ujar Rampisella

Kegiatan ini berlangsung dengan baik dan mendapat antusias dari 188 orang peserta, yang terdiri dari para dosen, guru, pemerhati pendidikan, mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia

Selamat dan Sukses untuk pelaksanaan kegiatan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.