Rektor Tanda Tangani Nota Kesepahaman Dengan Kepala Badan Litbang Perhubungan

UNPATTI,- Selasa, 8 Desember 2020 merupakan agenda “Penandatanganan Nota Kesepahaman Antara Kepala Badan Penelitian Dan Pengembangan Perhubungan Dengan Rektor Universitas Pattimura”. Penandatangan Nota Kesepahan secara langsung oleh Rektor, Prof. Dr. M. J. Saptenno, S.H, M.Hum didampingi Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Perencanaan dan Sistim Informasi, Dr. Muspida, M.Si, yang berlangsung melalui Aplikasi Zoom, di Lantai III Rektorat Universitas Pattimura. Kesempatan yang sama, Penandatanganan Nota Kesepahaman bukan hanya dilakukan oleh Rektor Universitas Pattimura, tetapi juga 8 Universitas yang ada di Indonesia yaitu Rektor Universitas Indonesia, Rektor Institut Teknologi Bandung, Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Rektor Universitas Mulawarman, Rektor Universitas Riau, Rektor Universitas Cenderawasih, Rektor Universitas Cendana, Rektor Universitas Hasanuddin.

Penandatanganan Nota Kesepahaman disaksikan oleh Menteri Perhubungan Badan Litbang Perhubungan-Badan Kebijakan Fiska dan Badan Litbang Kementerian Kesehatan., Badan Litbang Perhubungan-Perguruan Tinggi., Badan Litbang Perhubungan-Persatuan Insinyur Indonesia. Usai penandatangana Mou dilanjtkan dengan Webinar.

Transportasi sebagai urat nadi dalam kegiatan perekonomian memiliki peras strategis sebagai katalisator dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pengembangan wilayah. Transportasi berperan penting dalam segala kondisi, termasuk pada kondisi kritis seperti yang terjadi saat ini dengan adanya Pandemi Covid-19.

Dampak wabah Virus Corona (Covid-19) tidak hanya merugikan sisi kesehatan. Virus yang bermula dari tiongkok, mempengaruhi perekonomian negara-negara di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Jasa transportasi, bersama sector pariwisata dan perhotelan, merupakan sektor industry yang paling terpukul dampak Covid-19. Pandemi Covid-19 telah menekan bisnis di sector transportasi nasional dan merata di seluruh moda transportasi. Moda transportasi laut dan penyeberangan terdampak dari kebijakan Social Distancing dan Physical Distancing.

Adanya Covid-19 sebagai bencana sosial diketahui banyak memberi dampak yang signifikan terhadap berbagai sector, salah satunya pada sector angkutan transportasi laut, sungai, danau dan penyeberangan. Berdasarkan hal tersebut, perlu masukkan kepada para pengambil keputusan, bagaimana dampak dan pola hubungan antara Covid-19 dengan angkutan moda transportasi laut dan SDP agar didapatkan suatu rekomendasi berupa solusi permasalahan Pandemi Covid-19 terhadap moda angkutan transportasi laut dan SDP agar dapat bertahan ditengan Pandemi Covod-19. Selanjutnya, kebijakan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah harus sejalan dalam menyelenggarakan PSBB dalam usaha meminimalisasi terpaparnya penularan Covid-19, operasional transportasi tetap berjalan untuk dukungan angkutan logistik dan mengangkut penumpang yang mempunyai kepentingan. Untuk itu, kebangkitan transportasi di Indonesia merupakan faktor yang berpengaruh pada pemulihan penyelenggara perekonomian. Kebijakan yang ditindaklanjuti dengan sosialisasi masif kepada masyarakat untuk bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan beribadah dari rumah, sekaligus penutupan lokasi wisata telah membatasi pergerakan masyarakat di luar rumah.

Demikian Sinopsis Webinar Series dengan mengusung tema “Efektivitas PSBB Dan Dukungan Logistik Kemanusiaan Transportasi Laut, Sungai, Danau Dan Penyeberangan Pada Masa Pandemi Covid-19”.

Tujuan pelaksanaan Webinar adalah diseminasi hasil studi kerjasama Badan Penelitian dan Pengembangan (LITBANG) Perhubungan melalui Puslitbang Transportasi LSDP dengan Institut Sepuluh Nopember Surabaya untuk mendukun ginovasi teknologi menuju era kenormalan baru.

Webinar ini menghadirkan Pembicara:

  1. Tri Achmadi, P.hD dengan tema “Logistik Kemanusiaan dan Dukungan Distribusi Vaksin Covid-19 Pada Moda Transportasi Laut, Sungai Danau dan Penyeberangan”
  2. Hera Widyastuti, M.T., P.hD dengan tema “Efektivitas Peraturan Menteri Nomor 18 Tahun 2020 dan Peraturan Menteri Nomor 25 Tahun 2020 Guna Menekan Penyeberangan Covid-19”
  3. Ir. I Ketut Gunarta, M.T dengan tema “Resiliensi Operator Moda Transportasi Laut, Sungai, Danau dan Penyeberangan Akibat Pandemi Covid-19”
  4. Putu Rudy Setiawan, M.Sc dengan tema “Dampak Kebijakan PSBB Wilayah Jawa Pada Wilayah Di Luar Jawa Melalui Moda Transportasi Laut, Sungai, Danau dan Penyeberangan”.

dan Pembahas sebagai bahan Diskusi bersama, disampaikan langsung oleh:

  1. Dr. Wihana Kirana Jaya, M.Sc, selaku Staf Khusus untuk urusan Ekonomi dan Investasi Transportasi kepada Menteri Perhubungan Republik Indonesia;
  2. Suhariyanto, selaku Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia;
  3. Ira Puspadewi, selaku Dirut PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero);
  4. Syamsu Rizal, S.T., M.T, selaku Atase Perhubungan Jepang;
  5. Ir. Johny Malisan, DESS, selaku Ahli Peneliti Utama Balitbang Perhubungan;
  6. Fitri Indriastiwi, selaku Mahasiswa Program Doktoral UI.

Moderator/Narasumber dan Review Rumusan Kebijakan dan Tindak Lanjut sekaligus menutup Webinar Series ini adalah Dr. Umar Aris, S.H., M.M., M.H, selaku Staf Ahli Menhub Bidang Hukum dan Reformasi Birokrasi. Dalam Webinar ini, peserta diskusi diikuti oleh Sekretariat Jenderal Kementerian Perhubungan., Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan., Direktorat Jenderal Perhubungan Darat., Direktorat Jenderal Perhubungan Laut., Direktorat Jenderal Perhubungan Udara., Direktorat Jenderal Perkeretaapian., Badan Pengembangan SDM Perhubungan., Badan Litbang Perhubungan., BUMN., Asosiasi/Ngo., Akademisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.