UNPATTI DAN RSUP DR. J. LEIMENA AMBON SEPAKAT MELAKUKAN PENANDATANGANAN MOU

UNPATTI,- Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. M. J. Saptenno, S.H, M.Hum dan Direktur Utama RSUP Dr. Johannes Leimena, dr. Celestinus Eigya Munthe, SpKJ, M.Kes sepakat melakukan penandatanganan Memorandum of Understending (MoU). Penandatanganan yang berlangsung di Aula lantai IV RSUP Dr. J. Leimena didasari oleh keinginan bersama untuk saling menunjang dalam melaksanakan tugas-tugas pendidikan tinggi dan pelayanan pada RSUP Dr. Johannes Leimena. Sesuai dengan fungsi dan kewenangan masing-masing, Mou yang ditandatangani menjadi langka awal dan payung hukum bagi Perjanjian Kerjasama yang akan dilakukan secara berkelanjutan dengan Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura.

Rektor, Prof. Dr. M. J. Saptenno, S.H, M.Hum dalam sambutan mengatakan saat ini kita akan melakukan suatu kegiatan penting dalam rangka membangun hubungan kerjasama antara Universitas Pattimura dengan pihak Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP), Dr. Johannes Leimena Ambon. Dikatakan, MoU merupakan dasar dalam rangka melaksanakan berbagi aktivitas terutama kegiatan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat antara Unpatti khususnya Fakultas Kedokteran dengan pihak RSUP Dr. J. Leimena Ambon. “Saat ini Universitas Pattimura mempunyai Fakultas Kedokteran yang didirikan pada tahun 2008 dan sampai saat ini kami belum punya Rumah Sakit Pendidikan tetapi dokter yang sudah dihasilkan sebanyak 224 orang sudah tersebar di kepulauan yang ada di Provisin Maluku dan sekitarnya”, ungkap Prof Saptenno.

Saptenno berharap, lewat MoU yang dilakukan diharapkan para alumni Unpatti bisa mengembangkan ilmu dan menjadi bagian dalam pengabdiannya di RSUP dr. Leimena, dan agar mereka mengabdi di Universitas Pattimura sebagai Dosen. “Kalau mau jadi dosen, otomatis harus melanjutkan Magister (S2) kalau hanya dokter biasa harus mengikuti spesialis supaya semakin banyak dokter spesialis di Maluku”, tegasnya.

Lanjut dikatakan, lewat kerjasama ini juga tentunya RSUP Dr. J. Leimena Ambon bisa menjadi tempat bagi Mahasiswa Fakultas Kedokteran untuk melaksanakan kegiatan praktek disini terutama Koas (Coass). Diharapkannya juga dengan adanya kerjasama ini bukan sekedar tugas pelayanan medis tetapi kolaborasi antara praktisi dan akademisi perlu dilakukan untuk melakukan penelitian-penelitian. “Saya melihat disini fasilitas sudah lengkap. Perlu diketahui, Visi dan Misi Fakultas Kedokteran Unpatti mengarah kepada Dokter Kepulauan sehingga perlu tetap ditopang apalagi Maluku adalah wilayah kepulauan ”, ujar Rektor.

Beliau juga mengatakan, lewat kolaborasi tersebut dapat menghasilkan temuan-temuan baru lewat penelitian-penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. “Kami telah mempunyai sarana transportasi yang bisa digunakan untuk pengobatan antar pulau yaitu transportasi kapal laut yang digunakan dan dimanfaatkan oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Unpatti beroperasi di pulau Nusalaut tetapi juga di Pulau Seram dan Buru untuk kepentingan pelayanan medis dan juga kegiatan pariwisata yang lain. Kami juga mempunyai Telemedicine yang sudah dilaunching sejak tanggal 23 April 2021 pada acara Ulang Tahun Unpatti yang ke-58 dimana Telemedicine diharapkan mampu memberikan layanan komunikasi antara  Para Dokter pada Fakultas Kedokteran dengan pusat kesehatan masyarakat yang ada di pulau-pulau terluar. Mudah-mudahan ini merupakan suatu cara untuk mendekatkan pelayanan Fakultas Kedokteran kepada para dokter yang ada di pulau-pulau yang jauh dari pusat kota”, tutur Rektor.

Kesempatan sama, Direktur Utama RSUP Dr. J. Leimena, dr. Celestinus Eigya Munthe, SpKJ, M.Kes dalam sambutan mengucapkan terimakasih kepada Rektor dan para Wakil Rektor Unpatti yang bersedia hadir untuk mengadakan Nota Kesepahaman antara RSUP Dr. J. Leimena Ambon dengan Universitas Pattimura terkait dengan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat. Sebenarnya antara RSUP Dr. J. Leimena dengan Universitas Pattimura dalam hal ini Fakultas Kedokteran tidak dapat terpisahkan karena dalam proses pendidikan para dokter ataupun calon dokter yakni mahasiswa kedokteran membutuhkan wahana yang dapat dijadikan pembelajaran dalam peningkatan kapasitas dan kompetensi. RSUP Dr. J. Leimena walaupun baru diresmikan pada tanggal 25 Maret 2021, selesai pembangunan pada tahun 2020 dan kemudian bulan Mei langsung kita operasionalkan dalam situasi pandemi. “Kami bertekad pada bulan Oktober nanti RSUP Dr. J. Leimena Ambon dapat terakreditasi nasional, sehingga salah satu syarat untuk menjadi Rumah Sakit Pendidikan dapat kita penuhi. Apabila rumah sakit sudah terakreditasi secara nasional maka syarat dasar untuk menjadi wahana Rumah Sakit Pendidikan dapat kita wujudkan”, harap dr. Munthe.

Beliau juga mengatakan. Kami saat ini sangat kekurangan SDM karena itu kami sangat mengharapkan suatu dukungan SDM untuk dokter spesialis khususnya yang menjadi dosen di fakultas kedokteran sehingga pelayanan yang ada di rumah sakit ini memenuhi kriteria standar untuk dapat terakreditasi nanti. “Jadi MoU antara RSUP Dr. J. Leimena Ambon dengan Universitas Pattimura merupakan langkah awal sehingga dalam waktu yang singkat dalam tahun ini, kita dapat mengajukan diri untuk menjadi Rumah Sakit Pendidikan dan mahasiswa fakultas kedokteran yang ada di Universitas Pattimura dapat melaksanakan pendidikan Koas.”, ungkapnya.

Misi dari RSUP Dr. J. Leimena Ambon adalah sebagai wahana penelitian dan pengembangan termasuk pendidikan dapat terwujud. Saat ini RSUP Dr. J. Leimena Ambon mempunyai peralatan yang canggih. “Jadi dapat dikatakan untuk Provinsi Maluku atau Indonesia Timur, peralatan yang ada di rumah sakit ini sangat canggih dan terbaik. Saat ini kita mempunyai peralatan CT (Computed Tomography) Scan sebanyak 128 slide. Kita juga mempunyai peralatan bedah saraf tetapi kita kekurangan spesialis bedah. Kita juga mempunyai alat bedah urologi tetapi kita belum punya dokter urologi atau dokter spesialis yang menangani masalah kesehatan pada sistem saluran kemih, termasuk ginjal, kandung kemih, kelenjar adrenal, dan saluran kemih, sementara alatnya sudah kita punya yang canggih. Kita sebenarnya mempunyai banyak peralatan yang sangat baik tetapi kita kekurangan SDM termasuk untuk mata dan jantung”, tutur dr. Munthe

Beliau menambahkan, jika semuanya sudah terwujud maka modalitas rumah sakit ini sebagai Rumah Sakit Pendidikan dapat mencukupi, sehingga dapat memberikan pelayanan di Indonesia Timur juga mencukupi. Ini juga merupakan hubungan timbal balik yang baik untuk kita dalam mengembangkan pelayanan.

Kegiatan yang dihadiri oleh pimpinan Universitas Pattimura, Kepala Sub Koordinator Kerjasama beserta staf serta Pejabat Fungsional RSUP Dr. J. Leimena Ambon.

Leave a Reply

Your email address will not be published.