WORKSHOP : SINKRONISASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR – KAMPUS MERDEKA

UNPATTI,- Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura  menyelenggarakan pelaksanaan Workshop Sinkronisasi Kurikulum  Merdeka Belajar – Kampus Merdeka, Selasa (22/6)

Kegiatan yang dilaksanakan secara luring dan daring dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaa dan Alumni Dr. Jusuf Madubun, M.Si. Narasumber pada kegiatan ini adalah Prof. Dr. Edy Cahyono, M.Si dari Kementerian Dikbudristek dengan materi Regulasi, Bentuk Kegiatan MBKM dan Kesiapan Kurikulum MBKM.,  Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd  Wakil Rektor Akademik Unpatti dengan materi Kesiapan Unpatti Dalam Implementasi Kurikulum MBKM,  serta Prof. Ir. H La Sara, M.Si.Ph.D Guru Besar dari Universitas Haluoleo yang juga mewakili Forum Pimpinan Fakultas Perikanan se- Indonesia  dengan materi Rekonstruksi Kurikulum MBKM Dalam Persiapan Implementasi Kampus Merdeka.

Dr. Meigy N. Mailoa, S.Pi, M.Si dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini dilakukan berdasarkan  surat Keputusan Dekan Perikanan dan Ilmu Kelautan Nomor : 170/UN13.1.7/SK/2021 dengan tugas utama untuk menyelenggarakan Workshop Sinkronisasi Kurikulum Merdeka Belajar- Kampus Merdeka, sebagi bagian dan upaya untuk menyukseskan dan mengimplementasikan salah satu kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

Dr. Mailoa mengatakan peserta yang hadir secara luring di ruang seminar FPIK lantai II berjumlah 60 peserta, sementara yang mengikuti secara daring sebanyak 150 peserta. Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut terdiri dari Tenaga Pendidik, Tenaga Kependidikan dan mahasiswa FPIK serta stakeholder ekternal dari berbagi instansi pemerintah dan swasta

Ditambahkan, dasar pemikiran dilaksanakannya kegiatan ini adalah dalam rangka menyiapkan mahasiswa menghadapi perubahan sosial, budaya, dunia kerja dan kemajuan teknologi yang pesat. Kompetensi mahasiswa harus disiapkan untuk kebutuhan zaman. Link and match tidak saja dengan dunia industri dan dunia kerja tetapi juga dengan masa depan yang berubah dengan cepat. “Perguruan Tinggi dituntut untuk dapat merancang dan melaksanakan proses pembelajaran yang inovatif agar mahasiswa dapat meraih capaian pembelajaran mencakup aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan secara optimal dan selalu relevan”, ungkapnya.

Dr. Meigy berharap, kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka dapat menjadi jawaban atas tuntutan tersebut. kampus merdeka merupakan wujud pembelajaran di Perguruan Tinggi yang otonom dan fleksibel sehingga tercipta kultur belajar yang inovatif, tidak mengekang dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.

Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Dr. Yoisye Lopulalan, S.Pi., M.Si mengatakan workshop ini dilaksanakan untuk mendukung kebijakan MBKM. “FPIK menggagas kegiatan ini dalam upaya mengimplementasi kurikulum MBKM pada semester depan, dengan tujuan agar ada sinkronisasi dalam rangka merekonstruksi kurikulum MBKM pada setiap Program Studi di FPIK, sebab sejak kebijakan MBKM bergulir, FPIK sudah melakukan berbagai persiapan dalam rangka menyusun kurikulum MBKM”, ujarnya

Melalui kegiatan ini Dekan berharap agar setiap Program Studi pada FPIK, baik dosen dan mahasiswa sudah siap untuk melaksanakan kurikulum MBKM dalam proses pembelajaran.

Gambar Narasumber : Prof. Dr. Edy Cahyono, M.Si
(Kementerian Dikbudristek)

Gambar Narasumber : Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd
(Wakil Rektor Bidang Akademik – Universitas Pattimura)

Gambar Narasumber : Prof. Ir. H La Sara, M.Si.Ph.D
(Guru Besar dari Universitas Haluoleo – Perwakilan Forum Pimpinan Fakultas Perikanan se-Indonesia)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.