GANDENG UNPATTI, KPI PUSAT GELAR FGD

UNPATTI,- Badan Penelitian dan Pengembangan Komisi Penyiaran Indonesia (Litbang KPI) Pusat menggelar Focus Group Discusson tentang  Informan Riset Indeks Kualitas Program Siaran Televisi Periode II Tahun 2021 yang berlangsung di Swiss-Belhotel Ambon, Kamis (04 November 201).

Dalam sambutan yang dilakukan secara daring, Rektor Universitas Pattimura Ambon, Prof. Dr. M. J. Saptenno, S.H, M.Hum mengatakan, banyak kebijakan  pemerintah yang mengarah pada   pemberdayaan masyarakat. Kalau kita mengikuti acara yang ditayangkan oleh Televisi, lebih  berorientasi pada bagaimana menaikan rating melalui penonjolan kasus-kasus tertentu yang terjadi di masyarakat seperti  kekerasan, pemerkosaan, pembunuhan hingga kecelakaan lalu lintas.

“Padahal banyak komponen yang bisa diberdayakan dalam berbagai bidang misalnya politik, ekonomi, sosial dan budaya yang mampu memberikan nilai eksistensi bangsa dalam mengimplementasikan nilai-nilai budaya Indonesia”, ujar Prof Saptenno. Beliau juga mengatakan, banyak strategis yang bisa dilaksanakan dengan baik dan Komisi Penyiaran Indonesia Pusat dapat mengambil keputusan yang didasarkan pada penelitian, kajian dan pengamatan langsung sehingga sajian berita kemudian membawa perubahan yang berkesinambungan bagi masyarakat.

Prof. Saptenno berharap, semoga kedepan KPI dapat menyajikan berita bagi masyarakat lewat data dan informasi yang lebih baik sehingga kerjasama yang sudah dibangun dapat bermakna membawa perubahan baik tingkat lokal, nasional maupun internasional serta mampu memberikan kontribusi pikir yang baik bagi pembangunan bangsa terutama pembangunan di bidang penyiaran.

Komisioner KPI Pusat, Nuning Rodiyah dalam sambutan mengatakan, Riset Indeks Kualitas Program Siaran Televisi Periode II Tahun 2021 diselenggarakan saat ini dalam rangka memberikan referensi dan sebagai regulator penyiaran untuk melakukan evaluasi terhadap program siaran yang ditayangkan pada televisi sehingga kami memberikan alternatif perpsektif kepada publik untuk bisa dijadikan referensi dalam menonton program-program siaran televisi. Nuning menjelaskan, data menyebutkan hasil Riset Indeks Kualitas Program Siaran memang sedikit mengalami penurunan dari indeks 3,21 menjadi 3,09. Ada beberapat faktor yang kemudian menyebabkan penurunan Indeks Kualitas Program Siaran tentunya fluktuasi dari kondisi terutama Pandemi Covid-19 memang sedikit berpengaruh. Ketika berbicara tentang indeks maka program-program tersebut menjadi relatif aman seperti di periode awal tahun 2021 sudah mulai bergerak dan ini menjadi evaluasi bagi kami. Kemudian dari hasil riset indeks kualitas inilah menjadi referensi bagi industri penyiaran yang menunjukkan kualitas hasil untuk bisa dijadikan bahan ajar.

Nuning berharap, ada kerjasama yang lebih intensif dari UNPATTI berkaitan dengan Program Gerakan Literasi Sejuta Pemirsa, dan Unpatti juga turut serta dalam rangka menyiapkan masyarakat meningkatkan kapasitas literasi dalam mengakses informasi khususnya informasi melalui televisi dan radio.

Nuning Rodiyah juga mengucapkan terimakasih kepada Universitas Pattimura yang saat ini telah menjadi bagian penting dalam penyelenggara peringkat indeks kualitas program siaran televisi pada periode tahun ke-7.

“Hal terpenting bagaimana literasi digital dapat mengakses informasi sehingga kita terbebas dari informasi HOAX yang mengandung unsur-unsur radikalisme juga terorisme dapat terfilter secara baik”, tutup Nuning Rodiyah.

Turut hadir Komisioner KPID Maluku, Mutiara Dara Utama, S.Sos, M.I.Kom., Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Prof. Dr. T. D. Pariela, M.A., Ketua Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UNPATTI, Ronald Alfredo, S.Sos, M.I.Kom serta Tim Pelaksana Daerah yang terdiri dari dosen dan mahasiswa.

Maju Terus Komisi Penyiar Indonesia.

Hotumese…!!!

#UniversitasPattimura
#HumasUnpatti
#KPIPusat

Leave a Reply

Your email address will not be published.