Promosi Doktor Ilmu Kelautan Promovenda Rosmawati T

UNPATTI,- Program Pascasarjana Universitas Pattimura kembali mengadakan Ujian Terbuka Promosi Doktor Ilmu Kelautan Promovenda Rosmawati T. Ujian Terbuka Promosi Doktor ini dilaksanakan secara daring melalui Aplikasi Zoom dan luring bertempat di Lantai 2 Aula Rektorat Universitas Pattimura, Jumat (29 Juli 2022). Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, para dosen IAIN Ambon dan keluarga.

Ujian terbuka dipimpin oleh Ketua Sidang, Prof. Dr. M. J. Saptenno, S.H, M.Hum sekaligus sebagai Penguji., Wakil Ketua Prof. Dr. D. Malle, S.Pt, M.Kes dan Dr. Y. Lopulalan, M.Si., Penguji I Prof. Dr. Ir. Debby A. J. Selanno, M.Sc., Dr. Ir. L. Siahainenia, M.Si selaku Penguji II dan Dr. Mintje Wawo, S.Pi, M.Si selaku Penguji III., Ko-Promotor I Prof. Dr. Ir. A. S. W. Retraubun, M.Sc dan Ko-Promotor II Dr. Ch. I. Tupan, S.Pi, M.Si.

Pada pelaksanaan ujian terbuka, penguji eksternal yakni Prof. Dr. Rohani Ambo Rappe, M.Sc melakukan pengujian secara virtual.

Ujian terbuka promosi doktor merupakan rangkaian panjang untuk menyandang gelar Doktor (Dr) pada Program Doktor Ilmu Kelautan – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura. Adapun judul disertasi yang disampaikan pada promosi ini yakni “Efektivitas Metode Transplantasi Sebagai Upaya Restorasi Lamun Enhaus acoroides Di Perairan Pantai Desa Waai Kabupaten Maluku Tengah”. Disertasi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan metode polybag, metode TERFS dan metode turf TERFS modification dan penentuan lokasi transplantasi terhadap karakteristik morfologi dan biologi populasi Lamun Enhalus acoroides yang ditransplantasi di perairan pantai Desa Waai Kabupaten Maluku Tengah. Sekain itu juga untuk menganalisis hubungan antara factor fisik kimia perairan dengan tingkat kelangsungan hidup, laju pertumbuhan, biomassa, produksi dan kecepatan pulih daun Lamun Enhalus acoroides yang ditransplantasi dengan menggunakan metode polybag, metode TERFS dan metode turf TERFS modification di perairan pantai Desa Waai Kabupaten Maluku Tengah.

Promovenda Rosmawati T dalam menyampaikan disertasinya mengatakan Enhalus acoroides adalah salah satu jenis Lamu yang dapat ditemukan di wilayah perairan pesisir Desa Waai. Aktivitas masyarakat di kawasan pesisir pantai Desa Waai seperti pembuangan limbah, pengambilan material pasir pantai, penambatan perahu nelayan dan “bameti” merupakan salah satu penyebab berkurangnya vegetasi Lamun. Untuk mencegah dan memulihkan kondisi ekosistem Lamun yang rusak, diperlukan suatu upaya restorasi yanitu kegiatan transplantasi Lamun. Beberapa metode teknik transplantasi telah banyak dilakukan oleh beberapa peneliti di Indonesia antara lain metode plug (menggunakan polybag) dan metode spring anchored (TERFS).

Lanjut dikatakan, upaya yang dilakukan untuk merestorasi ekosistem Lamun adalah dengan melakukan transplantasi Lamun. Secara garis besar metode transplantasi Lamun di Indonesia dibagi menjadi dua, yaitu transplantasi Lamun tanpa jangkar dan metode transplantasi Lamun dengan menggunakan jangkar

Rosmawati menjelaskan, Desa Waai adalah salah satu wilayah perairan pesisir dimana didalamnya terdapat komunitas Lamun, salah satunya dalah jenis Enhalus acoroides yang secara langsung maupun tidak langsung memberikan kontribusi bagi masyarakat setemopat sebagai pengguna wilayah tersebut. Enhalus acoroides adalah salah satu jenis Lamun yang memiliki produktivitas tinggi, sebagai habitat berbagai jenis ikan, crustacea dan molusca, dimana diantaranya bernilai ekonomis penting serta berperan mencegah erosi pantai dan sebagai pendaur unsure hara.

“Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah memberikan informasi ilmiah tentang biologi populasi Lamun Enhalus acoroides yang ditransplantasi dengan menggunakan metode polybag, metode TERFS dan metode turf TERFS modification di perairan pantai Desa Waai Kabupaten Maluku Tengah yang berpotensi digunakan sebagai upaya restorasi padang Lamun khususnya di kawasan perairan pantai Desa Waai dan di kawasan Timur Indonesia pada umumnya”, harapnya.

Rosmawati T berhasil lulus dengan predikat Sangat Memuaskan setelah berhasil mempertahankan disertasinya di depan para penguji dan berhak menggunakan gelar Doktor Ilmu Kelautan.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan tanda penghargaan dari Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. M. J. Saptenno, S.H, M.Hum kepada promotor, ko-promotor dan penguji eksternal hingga sesi foto bersama.

Selamat dan Sukses.

Hotumese.!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published.