FMIPA Unpatti – Universitas Khairun The 8th ICBS

UNPATTI,- Dalam rangka Dies Natalis XXIV Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Pattimura (Unpatti) Tahun 2022, FMIPA bersama Universitas Khairun  menyelenggarakan Seminar Internasional : The 8th International Conference on Basic Science (The 8th ICBS) secara virtual, Selasa (6/9).

Kegiatan yang mengusung tema “Advancing Basic Sciences to be Multitasking Local Wisdom Technologies”, bertujuan untuk mempromosikan kolaborasi dan pertukaran ilmiah serta teknologi antara Ilmuwan di bidang penelitian Matematika, Ilmu Dasar dan aplikasinya

Seminar ini menghadirkan keynote speakers Hendry Izaac Elim, Ph.D dari Pattimura University – Indonesia, Prof. Wutiphol Sintunavarat Thammasat dari University – Thailand, Rezzy Eko Caraka, S.Si., M.Sc(RES), Ph.D dari The National Reserch and Innovation Agency (BRIN) & Ulsan National Institute of Science and Technology (UNIST), South Korea dan Dr. Soho Ohno dari Graduate School of Agriculture, Kyoto University.

Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Prof. Dr. Kakisina, M.Si dalam sambutannya mengatakan Matematika dan Ilmu-ilmu Dasar merupakan bagian penting yang akan menunjang perkembangan ilmu-ilmu terapan. Era 5.0 menuntut perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang adaptif untuk merespon perubahan yang terjadi saat ini. Oleh karena itu, meningkatnya penelitian ilmu dasar harus terus dilakukan. Selanjutnya hasil penelitian yang telah dilakukan dapat dikembangkan dan  dipublikasi agar dapat diketahui oleh masyarakat luas, dan dapat digunakan untuk kepentingan ilmiah,

Dekan berharap The 8th ICBS dapat bermanfaat dalam hal pertukaran ilmiah dan memperkuat kerjasama yang telah terjalin di antara para peserta dan dapat mempromosikan hal yang baru di masa depan.

Dekan mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara yang telah bekerja keras, sehingga seminar  The 8th International Conference on Basic Science dapat terselenggara. Ucapan yang sama disampaikan kepada Rektor Universitas Pattimura dan Rektor Universitas Khairun atas segala dukungannya terhadap terselenggaranya acara ini.

Dikesempatan yang sama Rektor Universitas Khairun yang diwakili Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan menyambut baik para pembicara, keynote speaker, dan peserta The 8th International Conference on Basic Science. “Kerjasama antara Universitas Khairun dan Universitas Patimura telah terjalin dalam tri darma perguruan tinggi atau tiga pilar program pendidikan tinggi, dan akan terus bersinergi dalam pengembangan kedua institusi ini terutama layanan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat” Ungkapnya.

Lanjut dikatakan dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang digalakkan oleh MENDIKBUDRISTEK, Unkhair berperan dalam upaya pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) khususnya di bidang tri dharama perguruan tinggi agar lulusan mendapatkan pekerjaan yang layak, mahasiswa mendapatkan pengalaman di luar kampus, dosen melakukan kegiatan di luar kampus, mengajar praktisi di kampus, program studi bekerjasama dengan mitra kelas dunia, dan kelas kolaboratif dan partisipatif. Selain mengirimkan mahasiswa MBKM ke luar kabupaten dalam wilayah Indonesia, Unkhair juga mengirimkan mahasiswa belajar ke luar negeri yang telah dirintis sejak tahun 2019.Untuk memperkuat universitas kedepannya, Unkhair akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi mahasiswa, stakeholders dan masyarakat.

Dekan berharap pelaksanaan Konferensi ini berjalan dengan baik, lancar dan menghasilkan produk-produk keluaran penelitian yang berkualitas. “Selamat menjalankan konferensi internasional dan selamat ulang tahun ke-24 untuk Fakultas MIPA Universitas Patimura”.

Rektor Universitas Pattimura yang di wakili Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd dalam sambutannya memberi apresiasi kepada FMIPA Unpatti atas penyelenggaraan Seminar Internasional The 8th International Conference on Basic Science dan selamat bergabung kepada Universitas Khairun  untuk pertama kalinya di The 8th ICBS. Prof Leiwakabessy berharap semoga seminar bersama ini dapat terus dilanjutkan “Universitas Pattimura terbuka dan akan melakukan kerjasama dengan Universitas Khairun “. ujarnya

Prof. Leiwakbessy mengatakan setelah pandemi covid-19 dan adanya perang antara Rusia dan Ukraina, dunia mengalami ketidakpastian di bidang energi, makanan, sumber daya ekonomi serta mengakibatkan harga minyak dunia melonjak dan harga pangan meningkat. Kondisi ini membutuhkan solusi yang tepat dan cepat. Penelitian dari seluruh dunia diharapkan memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi masyarakat dunia saat ini dan di masa depan, oleh karena itu sebagai akademisi yang bertanggung jawab atas masalah yang dihadapi, universitas harus berperan strategis. Universitas Pattimura dan Universitas Khairun harus mampu menciptakan dan menghasilkan inovasi teknologi terbaru. Ini merupakan tantangan besar bagi peneliti dari kedua universitas sehingga kolaborasi kedua universitas dibutukan.

Prof. Leiwakabessy berharap The 8th International Conference on Basic Science dapat berjalan lancar dan terus berlangsung sehingga memberikan banyak manfaat kepada kita semua. Terimakasih disampaikan kepada semua keynote speakers yang telah bersedia membagikan pengetahuan yang sangat penting dan bermanfaat melalui seminar saat ini.

Ketua Panitia  The 8th International Conference on Basic Science Dr. I. Wayan Sutapa, S.Si., M.Sc  mengatakan FMIPA berbangga karena bisa melakukan Seminar Internasional  secara bersama dengan Universitas Khairun, dan ini merupakan tahun ketiga agenda tahunan utama yang diadakan  FMIPA Unpatti dengan secara virtual dengan tujuan bisa mengekspose hasil-hasil  penelitian  melalui seminar ini dan terpublikasi pada jurnal terindeks scopus, membangun kolaborasi melalui riset bersama dan mendukung MBKM, lecturer and student  exchange, dan penandatanganan nota kesepahaman serta merealisasi kerjasama antara FMIPA Unpatti dan Universitas Khairun dan akan mendukung Indikator Kinerja Utama Universitas

Kegiatan ini menghadirkan 4 pembicara utama, 77 pemakalah, dan lebih dari 200 peserta dari universitas didalam maupun luar negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published.